DINAS PARIWISATA BABEL SELENGGARAKAN 'PERS TOUR'

         Pangkalpinang, 2/5 (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyelenggarakan 'Bangka Belitung Tour and Operator dan Pers Tour 2012' selama beberapa hari mulai Rabu (2/5) dipusatkan di sejumlah objek wisata potensial daerah itu.

         "Dengan mengundang biro  perjalanan ( Travel Agen) dan kalangan pers tersebut diharapkan semakin banyak paket wisata dan tulisan terkait potensi wisata daerah yang terangkat," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung, Yan Megawandi di Pangkalpinang, Rabu.

         Ia menjelaskan, kunjungan  biro perjalanan wisata dan kunjungan pers di Bangka Belitung tersebut merupakan kegiatan strategis untuk mempromosikan keindahan pariwisata daerah itu dalam upaya menarik wisatawan mancanegara dan nusantara.    
    Menurut dia, dalam kegiatan tersebut sejumlah biro perjalanan wisata dan pers nasional baik cetak, elektronik dan kantor berita yang sudah memiliki jaringan hingga ke mancanegara, turut diundang untuk datang langsung dan melihat langsung keindahan pariwisata di Babel.

         "Harapnnya dengan mengundang langsung biro perjalanan dan insan pers nasional, mereka akan bisa membuat paket wisata atau tulisan tentang pariwisata di Babel untuk dipromosikan ke masyarakat luas," ujarnya.

         Ia mengatakan, Bangka Belitung memiliki banyak sekali potensi parisata alam, budaya dan sejarah yang jika dikelola dengan baik akan bisa menyaingi daerah pariwisata lainnya seperti  Bali yang sudah puluhan tahun mengelola pariwisata dan sudah menjadi handalan untuk masyarakat di daerah itu.

         Sejumlah objek pariwisata alam tersebar di Pulau Bangka dan Belitung seperti pantai Tanjung Pesona, Pantai Tenggiri, Pasir Padi, Tanjung Kalian, Tanjung Pandan dan lainnya yang memiliki daya tarik tersendiri, sementara objek wisata sejarah dan budaya juga tersebar di daerah itu seperti Musium Timah dan sejumlah bangunan tua dan situs yang memiliki latar belakang sejarah dan budaya.         Mempromosikan pariwisata ini harus dengan cara sabar dan bertahap karena butuh waktu dalam mengembangkan pariwisata itu.

         Sementara itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengembangkan pariwisata karena minimnya anggaran.

         "Disini memerlukan campur tangan orang ketiga untuk bekerja sama dengan pemerintah menangani pariwisata di Babel, seperti misalnya daerah parisata di Kabupaten Bangka yang sudah bekerjasama dengan pihak swasta, sehingga sekarang sudah banyak mengalami kemajuan.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News