DINKES BABAR GUNAKAN ALAT KESEHATAN PRODUK INDONESIA

          Muntok, Bangka Barat, 14/6 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, dalam pengadaan barang lebih mengutamakan penggunaan peralatan kesehatan produk Indonesia yang harganya lebih terjangkau.

         "Lebih dari 90 persen peralatan yang kami gunakan produk dalam negeri, begitu juga untuk obat-obatan kami selalu menganjurkan penggunaan obat generik," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik pada Dinkes Bangka Barat, dr Rudi Faizul di Muntok, Kamis.

         Ia menjelaskan, pihaknya memilih peralatan kesehatan produk dalam negeri karena harga jauh lebih murah dibandingkan produk luar negeri yang banyak beredar seperti produk Eropa, Jepang, China dan Amerika Serikat, harganya bisa mencapai setengahnya dibandingkan produk tersebut.

         Ia menjelaskan, anggaran untuk pengadaan peralatan kesehatan dari APBD kabupaten sangat terbatas sehingga tidak mampu untuk membeli perlatan medis produk luar nergeri yang sering ditawarkan pihak distributor di daerah itu.

         Selain itu, kata dia, produk dalam negeri yang berasal dari daerah Depok, Jawa Barat tidak kalah kualitasnya dibandingkan produk luara negeri baik dari mutu, kualitas bahan dan akurasi ukuran sehingga aman digunakan.

         "Produk tersebut sudah memiliki standar nasional (SNI), ISO dan Depkes sehingga kami percaya membelinya untuk pelayanan kesehatan di seluruh tampat pelayanan kesehatan," ujarnya.

         Ia mengatakan, seluruh Puskesmas, Puskesdes dan jaringan Puskesmas yang tersebar di enam kecamatan meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga seluruhnya telah menggunakan alat produk dalam negeri.

         Selain harganya lebih murah, kata dia, penggunaan produk lokal tersebut juga sebagai upaya mencintai produk bangsa sendiri.

         Menurut dia, langkah efisiensi anggaran tersebut sepenuhnya mendapat dukungan dari Bupati setempat dan pihaknya diminta untuk mempertahankan penggunaan produk lokal karena sangat membantu mengefisienkan anggaran APBD.

         "Apa yang kami lakukan ini semata-mata untuk mengefisienkan anggaran, kami sering mendapatkan isu-isu tidak sedap yang mengatakan produk dalam negeri tersebut tidak sesuai dengan ketentuan dan bisa membahayakan pasien," ujarnya.

         Menurut dia, dinkes bersama jaringan pelayanan kesehatan di daerah itu selama ini belum pernah mendapatkan komplain pasien yang merasa dirugikan dengan peralatan lokal tersebut.

         "Kami dalam melakukan pelayanan medik selalu berhati-hati, kami gunakan peralatan yang ada logo SNI dan ISO untuk menjaga keselamatan pasien, jika tidak ada logo tersebut kami tidak berani memakainya," kata dia.

         Namun, katanya, untuk pelayanan kesehatan di RSUD Sejiran Setason ada sebagian peralatan yang menggunakan produk luar negeri, hal ini dilakukan karena ada sebagian pasien kelas menengah ke atas yang tidak mau menggunakan alat produk ddalam negeri.

         "Ada sebagian pasien kelas tertentu yang minta alat dan obat bermerk dan produk luar, sebagai pelayan publik pihak RSUD juga tidak bisa memaksakan pasien harus menggunakan alat produk dalam negeri, semua tergantung pilihan pasien," kata Rudi.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News