DINKES BANGKA BARAT LATIH TUKANG GIGI KELILING

Muntok, Bangka Barat, 21/11 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, memberikan pelatihan kepada tukang gigi keliling di Kecamatan Jebus untuk meningkatkan kemampuan praktik sesuai standar pelayanan medis.

"Kegiatan tersebut diberikan agar para tukang gigi keliling dapat menerapkan standar yang berlaku sehingga pasien yang ditangani kondisinya semakin baik, bukan sebaliknya," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik pada Dinkes Bangka Barat, Rudi Faizul di Muntok, Senin.

Ia menjelaskan, langkah nyata dari Dinkes untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat tersebut telah dilaksanakan pada Oktober 2011 dan saat ini sedang melakukan pendataan di lima kecamatan lain agar kedepannya semua tukang gigi keliling memiliki keterampilan sesuai standar pelayanan gigi.

Menurut dia, rencananya pada 2012 diharapkan program pelatihan seperti itu dapt diberikan kepada semua tukang gigi yang terdapat di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga.

"Kami akan melakukan pendataan kepada seluruh tukang gigi keliling dan praktek di rumah, kemudian akan kami gandeng untuk dilatih oleh para dokter gigi yang ada agar dalam melayani masyarakat, mereka melakukan sesuai standar dan tidak membahayakan pasien," ujarnya.

Ia mengatakan, dari Januari sampai Juni 2011 jumlah pasien yang ditangani dokter gigi di RSUD dan Puskesmas di seluruh Bangka Barat mencapai 1.319 orang pasien atau turun peringkat dari lima besar ke posisi ke tujuh jumlah penderita di daerah itu.

Menurut dia, tingginya angka kerusakan gigi di Babel juga dipengaruhi tingkat Ph keasaman air yang rendah, pola makan dan rendahnya kemauan masyarakat untuk berkonsulatsi ke dokter gigi.

Untuk mencegah hal tersebut, kata dia, masyarakat sebaiknya menyikat gigi pada waktu yang tepat yaitu pada pagi setelah sarapan dan malam menjelang tidur, dengan lama penyikatan minimal dua menit dan biarkan busa dari yang dihasilkan meresap sebelum dibilas bersih.

Keberadaan enam dokter gigi, perawat, tenaga medis dan tokoh masyarakat di daerah itu diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat merawat gigi dan terus meningkatkan pengetahuan pentingnya perawatan gigi terutama bagi anak-anak.

Saat ini, menurut dia, Dinkes sedang berupaya menggalakkan pendidikan perawatan gigi yang baik dan benar secara menyeluruh melalui guru, petugas UKS dan unit UKGS agar kesadaran masyarakat merawat gigi meningkat.

"Kami menargetkan pada 2012 semua tukang gigi keliling dapat didata dan diberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam melakukan praktek agar pasien yang berobat tidak semakin parah keadaannya," ujarnya.

(T.KR-DSD/B/A035/C/A035) 21-11-2011 18:47:12

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News