DINKES BANGKA BARAT LAYANI JAMKESRA 8.219 WARGA

          Muntok, Bangka Barat, 9/5 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung selama empat bulan pertama 2012 sudah melakukan pelayanan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Rakyat (Jamakesra) untuk 8.219 warga di daerah itu.

         "Program Jamkesra dengan menggunakan APBD Kabupaten ini dilakukan untuk menjamin kesehatan seluruh warga Bangka Barat yang tidak terjaring melalui Jaminan kesehatan lain seperti Jamkesmas, Jamkesda, jampersal Askes dan lainnya," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik pada Dinas Kesehatan Bangka Barat Rudi Faizul di Muntok, Rabu.

         Ia menjelaskan, dari 8.219 pasien tersebut terdiri dari 548 pasien rawat inap, 1.461 pasien rujukan dan sisanya pasien rawat jalan dari delapan Puskesmas yang ada di enam kecamatan seluruh Bangka Barat.

         "Jumlah anggaran untuk program Jamkesra mulai Januari sampai April 2012 mencapai sekitar Rp2,3 miliar yang diambil dari APBD 2012 Kabupaten Bangka Barat. Pemkab sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk Jamkesra pada 2012 sebanyak Rp8 miliar," ujarnya.  
    Ia mengungkapkan, untuk pasien rawat jalan dari delapan Puskesmas terdiri dari Puskesmas Muntok 3.557 pasien, Simpang Teritip 668 pasien, Kundi 268 pasien, Jebus 491 pasien, Sekarbiru 483 pasien, Puput 949 pasien, Kalapa 74 pasien, Tempilang 1.062 pasien dan RSUD Sejiran Setason 667 orang.

         Untuk pasien rawat inap sebanyak 548 pasien, dirawat di Puskesmas Muntok 111 pasien, Simpang Teritip 58 pasien, Jebus 49 pasien, Sekarbiru 116 pasien, Kelapa 49 pasien dan Tempilang 165 pasien.

         "Untuk Peskesmas Kundi dan Puput tidak ada apasien yang diarawat jalan, mereka dialihkan atau dirujuk ke Puskesmas Muntok dan Simpang Teritip," ujarnya.

         Ia mengatakan, pada 2011 Pemkab telah berhasil mengalokasikan anggaran untuk Jamkesra sekitar Rp3,6 miliar dari Rp8 miliar yang dianggarkan untuk 14.260 pasien meliputi palayana kesehatan di Puskesmas Muntok sebanyak 5.568 pasien, Simpang Teritip 732 pasien, Kundi 718 pasien, Jebus 397 pasien, Puput 902 pasien, Sekarbiru 545 asien, Kelapa 626 orang, Tempilang 1.339 pasien dan RSUD Seejiran Setason 3.433 pasien.

         Rudi Faizul menambahkan, jumlah anggaran tersebut telah dialokasikan untuk pasien yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Bangka Barat baik yang dirawat di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) atau pun di rumah sakit.

         Ia menjelaskan, anggaran tersebut untuk membiayai pelayanan dasar berupa rawat jalan, rawat inap dan rujukan-rujukan ke rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai mitra tempat rujukan seperti RSUD Bangka Barat, RSUD Pangkalpinang, RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta dan RS MH Thamrin Palembang.

         "Jika pasien harus dirujuk ke luar daerah seperti ke Jakarta atau Palembang, pasien dalam perjalanannya didampingi satu orang tenaga medis, satu orang anggota keluarga, yang biayanya ditanggung Pemkab," ujarnya.

         Ia mengatakan, dalam penyaluran bantuan tersebut, pihaknya memberikan pengertian kepada pihak keluarga pasien batasan mana saja yang masuk dalam anggaran Jamkesra agar menjadi pertimbangan keluarga pasien mengenai hak-hak yang didapatkannya sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

         "Bantuan dari Pemkab untuk pasien diberikan maksimal sebesar Rp20 juta, itu pun rujuknya harus benar-benar dari awal, yaitu dari Puskesmas dilanjutkan ke RSUD dan RS mitra lainnya," ujarnya.

         Ia mengatakan, dalam penyaluran anggaran tersebut, pihaknya menugaskan tim verifikasi untuk mengawasi kebenaran alur rujukan tersebut sesuai ketentuan atau tidak, sehingga dana tersebut tepat sasaran.

         "Sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, di lapangan tim pengawas harus bisa memetakan anggaran Jamkesra kepada pasien, dalam pemberian bantuan harus sesuai dengan kelompok masing-masing bantuan tergantung penyakit yang diderita pasien," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News