DINKES LAKUKAN PELAYANAN GIGI DI 152 SEKOLAH

          Muntok, Bangka Barat, 10/5 (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 memrogramkan pelayanan gigi di 152 unit sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan menjaga kesehatan gigi anak-anak di daerah itu.

         "Kesadaran perawatan dan menjaga kesehatan gigi di daerah masih rendah, untuk itu kami barupaya meningkatkannya melalui sosialisasi dan perawatan gigi susu di seluruh Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak oleh Tim dari Puskesmas setempat dan Dinkes Bangka Barat," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik pada Dinas Kesehatan Bangka Barat dr Rudi Faizul di Muntok, Kamis.

         Ia menjelasakan, sosialisasi dan perawatan gigi akan dilaksanakan di 132 unit SD dan 20 unit TK di enam kecamatan agar anak-anak tersebut memahami pentingnya menjaga kesehatan gigisetelah gigi susu tanggal sehingga tidak ompong seperti kebanyakan warga Bangka Barat saat ini.

         Di Bangka Barat terdapat 132 unit SD yang tersebar di tiap kecamatan meliputi Kecamatan Muntok 27 unit terdiri dari 22 unit SD negeri, 4 unit SD swasta dan 1 unit SDLB negeri, Simpang Teritip 17 unit SD negeri dan 1 unit SD swasta, Tempilang 21 unit SD negeri, Kelapa 28 unit SD negeri, Jebus 16 unit SD negeri dan Parittiga 19 unit SD negeri dan 3 unit SD swasta.

         "Untuk TK kami belum isa menjangkau seluruhnya, hanya akan masuk ke TK di sekitar Kecamatan Muntok saja sementara kecamatan lainnya diupayakan dapat dilaksanakan pada tahun berikutnya," ujarnya.

         Berdasarkan data dari PDGI, katanya, penderita karies atau gigi berlubang aktif di Bangka Belitung (Babel) mencapai rata-rata 86,8 persen dari sekitar 1,2 juta penduduk di provinsi tersebut.

         Tingginya kasusu kerusakan gigi ini dipengaruhi tingkat keasaman air yang ada di daerah itu dan rendahnya pemahaman perawatan gigi seperti cara dan waktu yang tepat gosok gigi, pola makan dan keengganan warga mengunjungi dokter gigi.

         Untuk mencegah kerusakan gigi, katanya, dianjurkan masyarakat untuk tidak menggunakan langsung air yang baru diambil dari sumur atau kolong, melainkan didiamkan beberapa hari agar kandungan timah dan zat lainnya dalam air tersebut mengendap terlebih dahulu.    
    "Kami juga sedang melakukan penelitian dengan menaburkan bubuk floride untuk menigkatkan kualitas air agar layak untuk dipakai untuk gosok gigi dan dikonsumsi," ujarnya.

         Ia mengatakan, utuk meningkatkan kesadaran masyarakat merawat gigi, pihaknya mengajak para guru meningkatkan kesehatan gigi anak-anak di sekolah untuk meminimalkan kasus gigi berlubang.

         Rendahnya kesadaran merawat gigi, menurut dia, disebabkan kurangnya sosialisasi tentang kesehatan gigi pada masyarakat khususnya usia anak-anak, untuk meningkatkan kesadaran merawat gigi, saat ini Dinkes Babel tengah mengupayakan peningkatan peran guru, petugas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Unit Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS).

         Ia menjelaskan, peran aktif ketiga unsur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para siswa lebih rajin merawat gigi secara teratur dan benar.

         Menurut dia, Dinkes terus mengadakan pelatihan kepada para guru, petugas UKS dan UKGS untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam memberikan bimbingan kepada para murid di sekolah masing-masing sehingga terjadi peningkatan kesehatan gigi di lingkungan sekolah dan warga masyarakat disekitarnya.

         "Perawatan gigi sebaiknya dilakukan sejak dini agar kesehatan gigi terpelihara dengan baik karena mulut merupakan pintu utama masuknya asupan makanan ke tubuh manusia, dengan terjaganya kesehatan gigi dan mulut, kondisi badan terjaga," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News