DINKES: PERLU KARANTINA CEGAH PENYEBARAN HIV/AIDS

          Muntok, 14/6 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, mengungkapkan perlu adanya tempat karantina bagi para penderita HIV/Aids untuk mencegah penyebaran penyakit mematikan tersebut.

         "Mereka yang sudah dinyatakan positif terinfeksi HIV/Aids sebaiknya dikarantina, kalau tidak potensi penyebarannya akan semakin mengkhawatirkan," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik pada Dinkes Bangka Barat, dr Rudi Faizul di Muntok, Kamis.

         Ia menjelaskan, pada 2011 di daerah itu ditemukan empat kasus positif Aids yang semuanya merupakan para pekerja seks komersial, namun saat ini tidak diketahui keberadaannya karena mereka selalu berpindah-pindah dan sulit dipantau.

         "Kejadian seperti ini sangat mengkhawatirkan, karena jika mereka masih melakukan praktik dan dalam sehari melayani konsumen lima kali berarti akan ada penyebaran HIV/Aids yang luar biasa," kata dia.

         Menurut dia, sebaiknya orang-orang yang sudah dinyatakan positif mengidap atau terinfeksi virus HIV/Aids setelah melalui uji laboratorium di klinik VCT dimasukkan dalam suatu tempat karantina, diberi pengobatan dan diberdayakan dengan melibatkan para tenaga ahli kesehatan, psikologi dan tenaga pendidikan keterampilan.

         Ia mengatakan, kebijakan internasional yang melarang menyebutkan identitas para pengidap dan penderit HIV/Aids kurang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit menular tersebut.

         "Ini bukan masalah pelanggaran hak asasi manusia, namun apakah warga yang sehat dan tidak tahu menahu dan tidak pernah bersinggungan dengan penyakit tersebut tidak memiliki hak hidup sehat?," katanya.

         Tindakan lain untuk mencegah penyebaran virus tersebut, menurut dia, setiap lokalisasi atau tempat hiburan malam lainnya, sebaiknya diberi plakat peringatan dan kewajiban menggunakan kondom dalam setiap melayani tamu hidung belang.

         Menurut dia, di lokasi seperti tampat hiburan malam di Pelabuhan Tanjung Kalian, Argen, Parittiga dan tempat lainnya diberi peringatan dengan tulisan ukuran besar yang menyebutkan di daerah itu terdapat penderita HIV/Aids disertai jumlahnya.

         Dengan peringatan seperti itu, kata dia, para tamu yang datang akan berpikir ulang untuk menyalurkan kebutuhan biologisnya, dan jika terpaksa harus melakukan hubungan seks tentu akan menggunakan kondom sebagai upaya pencegahannya.

         "Kami tidak berpikir mengenai legal tidaknya prostitusi di daerah ini, namun kami tetap megedepankan keselamatan dan kesehatan seluruh warga. Kami mengharapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat terwujud di Bangka Barat," ujarnya.

         Ia juga mengingatkan, selain penyebaran melalui para PSK, HIV/Aids juga berpotensi menular melalui penyalahgunaan narkoba jenis suntik, jarum tatto, oral seks dengan para waria dan lainnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News