DINKES: SOSIALISASI PHBS SULIT JANGKAU PERKAMPUNGAN TI

          Muntok, Bangka Barat, 25/5 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, mengakui sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sulit menjangkau perkampungan tambang inkonvensional (TI) karena letaknya jauh di pelosok.

         "Sebagian warga perkampungan TI berasal dari luar daerah. Yang dikhawatirkan mereka membawa bibit penyakit dari tempat asalnya dan menyebar di daerah itu jika mereka tidak menerapkan PHBS dengan baik," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik pada Dinkes Bangka Barat Rudi Faizul di Muntok, Jumat.

         Ia menjelaskan, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya berupaya meningkatkan peran masyarakat, petugas kesehatan Puskesmas dan pengurus PKK di setiap desa agar diupayakan dapat menjangkau lokasi perkampungan TI di sekitar tempat tinggal mereka.

         Selain penyakit bawaan dari daerah asal, menurut dia, dengan minimnya kesadaran mengenai PHBS dikhawatirkan para pekerja TI akan tertular penyakit yang ada di daerah itu seiring ditetapkannya daerah itu sebagai endemi malaria.

         Sebagai contoh, kata dia, jika di perkampungan tersebut terdapat satu orang terjangkit penyakit malaria, maka diindikasikan ada sekitar 10 orang di sekitarnya tertular penyakit yang sama, hal ini perlu mendapatkan perhatian dari petugas kesehatan dan kesadaran warga itu sendiri.  
    "Kami akan terus berupaya menjangkau perkampungan tersebut untuk meningkatkan kesehatan warga di daerah itu melalui penerapan PHBS," ujarnya.

         Menurut dia, jangan sampai ada perkampungan di daerah yang tidak tersentuh sosialisasi PHBS, mengingat Bangka Barat memiliki wakil di tingkat nasional dan masuk nominasi enam besar dalam menerapkan PHBS yaitu Desa Sungai Daeng, Muntok.

         "Sungguh ironis jika ada perkampungan yang belum terjamah sosialisasi PHBS, sementara ada desa lain di daerah yang sama yang menjadi nominator PHBS tingkat nasional," ujarnya.

         Bangka Barat memiliki empat desa yang berhasil mewujudkan PHBS, salah satu desanya yaitu Desa Sungai Daeng yang berprestasi di bidang PHBS, Sungai Daeng merupakan juara I tingkat Provinsi Babel dan masuk nominasi enam besar tingkat nasional.

         "Kami berharap seluruh wilayah di Bangka Barat mendapatkan sosialisasi PHBS karena hal itu penting untuk meningkatkan kesehatan warga, butuh perencanaan matang dan persiapan khusus dalam upaya menjangkau semua lapisan masyarakat," ujarnya.

         Ia mengharapkan, prestasi yang ditunjukkan Sungai Daeng diharapkan mampu memberikan motivasi bagi seluruh warga Bangka Barat sekaligus menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari sehingga PHBS bukan sekedar slogan.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara