DINSOSNAKERTRANS BANGKA BARAT LAYANI PEMBUATAN 748 AK-1

          Muntok, Bangka Barat, 14/6 (ANTARA) - Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangka Barat, sejak Januari hingga Mei 2012, telah melayani sebanyak 748 orang yang membutuhkan AK-1 atau kartu pencari kerja.

         "Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat hingga akhir tahun, terutama pada awal Juli 2012 seiring dibukanya penerimaan CPNS di daerah itu," ujar Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinsosnakertrans Bangka Barat, Sofyan Usman di Muntok, Kamis.

         Ia menjelaskan, jumlah tersebut merupakan salah satu indikasi masih banyaknya pengangguran di daerah yang jumlah penduduknya hanya mencapai sekitar 180 ribu jiwa tersebut.

         Menurut dia, Pemkab akan terus berupaya menyalurkan tenaga kerja yang ada untuk dapat bekerja di aseluruh perusahaan di daerah itu sehingga pengangguran semakin berkurang.

         "Kami juga sedang menguapayakan menyalurkan mereka ke luar negeri seperti Malaysia, Jepang, Korea, negara-negara Arab dan Eropa dengan mencari peluang langsung ke Kementarian Tenaga Kerja di Jakarta," ujarnya.

         Ia menjelaskan, sebanyak 748 pencari AK-1 tersebut berasal dari latar belakang pendidikan setingkat SMA sebanyak 511 orang terdiri dari 403 laki-laki dan 108 perempuan, untuk tingkat Diploma tiga (D3) sebanyak 116 orang terdiri dari 74 laki-laki dan 42 perempuan
    selanjutnya untuk jenjang pendidikan terakhir Sarjana (S1) sebanyak 121 orang terdiri dari 66 laki-laki dan 55 perempuan yang berasal dari enam kecamatan seluruh Bangka Barat yaitu Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Kelapa, Tempilang, Jebus dan Parittiga.

         "Kami masih mencari peluang menyalurkan mereka ke luar negeri dan jika ada kesempatan mereka akan kami biayai untuk belajar di balai latihan kerja di Jakarta atau di kota-kota di Pulau Jawa lainnya, aagar menguasai keterampilan sampai tingkat mahir dan laku mendapatkan kesemp[atan bekerja di luar negeri," ujarnya.

         Ia mengatakan, para pencari kerja lokal tersebut tidak  semuanya memiliki keterampilan kerja sperti yang dibutuhkan perusahaan di daerah itu sehingga tidak semuanya dapat ditampung oleh perusahaan yang arata-rata membutuhkan tenaga kerja ahli.

         "Ini yang menjadi masalah karena pencari kerja tanpa keahlian ini sulit untuk mendapatkan kesempatan lapangan pekerjaan, sehingga mereka harus menganggur," ujarnya.

         Ia menyarankan, bagi kelompok ini untuk mengikuti kursus keterampilan kerja sesuai minat dan bidang yang akan dituju.

         Namun, jika tidak ada minat untuk bekerja di perusahaan atau tempat lain, sebenarnya daerah tersebut tersedia lapangan pekerjaan yang sangat luas karena memiliki sumber daya alam yang melimpah dan belum dikembangkan.

         "Sebenarnya jika warga mau bekerja sendiri pun mereka dapat sejahtera, karena Bangka Barat memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan, kami yakin jika mereka mau berusaha, tidak ada cerita di Bangka Barat ada pengangguran," kata Sofyan. 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News