DISHUB BANGKA BARAT MINTA KENDARAAN SAWIT DITERTIBKAN

          Muntok, Bangka Barat, 11/6 (ANTARA)- Dinas Perhubungan  Pariwisata dan Informatika Kabupaten Bangka Barat meminta aparat kepolisian menertibkan kendaraan pengangkut sawit yang melebihi beban untuk menjaga keselamatan pengguna jalan raya.

         "Selain mengganggu pengguna jalan lain, angkutan tersebut juga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan karena melebihi batas maksimal kekuatan jalan," kata Kepala Bidang Perhubungan  Dishubparinfo Bangka Barat Sumarna di Muntok, Senin.

         Ia menjelaskan, pihaknya tidak berwenang mengambil indakan penertiban karena sesuai Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, penertiban angkutan jalan merupakan wewenang sepenuhnya pihak kepolisian.

         Menurut dia, sebagian besar ruas jalan rusak akibat aktivitas angkutan perkebunan dan pertambangan yang tidak sesuai beban maksimal jalan yang hanya berkapasitas delapan ton.

         "Pada kenyataannya banyak angkutan yang melebihi kapasitas tersebut, seperti angkutan sawit dalam satu truk bisa mengangkut beban 12 hingga 13 ton, ini yang harus diperhatikan pihak terkait," ujarnya.

         Dengan aktivitas angkutan barang seperti itu, kata dia, banyak jalan yang rusak sebelum waktunya dan itu terjadi merata di seluruh Bangka Barat.

         Ia mengatakan, perlu adanya peningkatan kesadaran warga dan perusahaan perkebunan untuk menjaga fasilitas jalan dengan cara mematuhi aturan.

         "Perlu ada kerja sama antarinstansi untuk memberi peringatan kepada angkutan perkebunan tersebut agar mengurangi beban muatannya," ujarnya.

         Selain itu, kata dia, angkutan sawit milik perusahaan juga sering tidak mengindahkan imbauan  menutup barang angkutannya dengan jaring, terpal atau penutup lainnya.

         Menurut dia, seharusnya angkutan sawit menutup barang bawaannya agar tidak berjatuhan di jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan lain.

         Untuk menertibkan angkutan barang di daerah itu, katanya, pada tahun depan Dinas Perhubungan Provinsi Babel akan mengoperasikan lagi jembatan timbang di Simpang Teritip.

         "Selain memfungsikan lagi jambatan timbang itu, diharapkan juga disertai penyediaan lahan kosong untuk bongkar muat barang. Jika kendaraan kelebihan beban,  dapat dibongkar dahulu di tempat itu sehingga mampu meminimalkan kerusakan jalan," ujarnya.

         Hal ini disampaikan Sumarna menanggapi pernyataan anggota DPRD Bangka Barat Sardi yang mengeluhkan banyaknya ruas jalan di daerah itu rusak karena setiap saat dilalui kendaraan pengangkut sawit yang melebihi batas maksimal.

         Sardi mengatakan, setiap hari banyak truk pengangkut sawit dengan beban berat berlebihan melintas di sejumlah ruas jalan, akibatnya  banyak jalan rusak sebelum waktunya.

         Ia menyontohkan, jalan dari Simpang Tempilang sampai Sangku Tempilang setiap hari dilalui truk pengangkut sawit dan sering kali rusak meskipun setiap saat diperbaiki, tetapi tetap saja seperti itu.

         Ia meminta ke depan Pemkab menerbitkan peraturan daerah untuk mengatur angkutan TBS sehingga daerah mendapatkan manfaat dari kehadiran perkebunan sawit tersebut.

         "Setiap hari kendaraan yang memuat ribuan ton sawit melewati ruas jalan di Bangka Barat, namun ironis karena sampai saat ini tidak ada kontribusi apa pun dari mereka untuk perbaikan jalan di daerah itu," kata Sardi.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News