DISHUBPARINFO MINTA ARKEOLOGI PALEMBANG TELITI MERIAM KUNO

Muntok, 10/1 (ANTARA) - Dinas Perhubungan Pariwisata dan Informatika Kabupaten Bangka Barat, meminta Badan Arkeologi Palembang meneliti dua meriam kuno yang merupakan senjata perang pada zaman penjajahan, agar dapat diketahui tahun pembuatan dan asal-usulnya. "Kemungkinan dua meriam kuno ini dipakai tentara Portugis, namun tidak diketahui tanggal pembuatan dan sejak kapan digunakan, kami akan meminta Badan Arkeologi Palembang untuk meneliti meriam peninggalan zaman perang ini agar bisa dimuseumkan dan memiliki catatan yang jelas untuk diketahui generasi mendatang," kata Kepala Dishubparinfo Bangka Barat Choirul Amri Rani, di Muntok, Senin.

Ia menjelaskan dua meriam kuno tersebut merupakan aset sejarah Muntok yang diselamatkan Tim Penyelamatan dan Pelestarian Benda Pusaka Dishubparinfo dari rumah mantan Bupati Bangka dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan M Aruf, belum lama ini.

"Setelah diteliti, maka dua meram kuno itu rencananya akan disimpan di museum atau gallery benda-benda bersejarah di Muntok," ujarnya. Menurut dia, banyak benda-benda bersejerah yang tersebar di berbagai tempat dan ada sebagian disimpan oleh warga dan pihaknya berupaya untuk mengambil benda sejarah tersebut untuk disimpan di Museum. "Seperti ada bendera pusaka yang merupakan pemberian Presiden RI pertama, Bung Karno yang saat ini masih tersimpan di rumah warga. Bendera tersebut akan kami duplikatkan dan dimuseumkan serta dibuat catatan sejarahnya," ujarnya. Pihaknya akan mengumpulkan semua benda-benda sejarah yang pernah dipakai Bung Karno seperti tongkat dan tempat minum yang pernah dipakai sang Proklamator itu ketika diasingkan di Muntok, Bangka Barat.

"Kami mendapatkan informasi, ada warga yang saat masih menyimpan tempat minum yang pernah digunakan Bung Karno pada saat berkunjung ke rumah warga selama pengasingannya di Muntok. Kami minta warga bisa memberikan kepada kami untuk dimuseumkan," ujarnya.

Pihaknya juga akan menelusuri ulang jejak sejarah Bung Karno selama pengasingannya di Muntok karena catatan sejarahnya masih simpang-siur sehingga perlu diluruskan kembali, mengingat keberadaan Bung Karno di Muntok merupakan catatan sejarah penting dalam perjalanan perjuangan bangsa.

"Termasuk menelusuri kembali mobil yang digunakan Bung Karno selama di Muntok dan berbagai kegiatannya di Muntok. Selama diasingkan, Bung Karno selalu berkunjung ke rumah-rumah penduduk menyuarakan semangat kemerdekaan," katanya. (T.KR-HDI/B/M008/M008) 10-01-2011 09:37:01 NNNN

Copyright © ANTARA

Sumber: 
Antara