DISHUTBUN MINTA DISPERINDAG BANTU PEMASARAN TEH TAYU

          Muntok, Bangka Barat, 30/5 (ANTARA) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membantu pemasaran teh tayu yang sedang dikembangkan di Kecamatan Jebus.

         "Tanaman yang dikelola sebagian besar penduduk Kecamatan Jebus tersebut selama ini kurang dikenal baik di tingkat lokal maupun nasional. Jadi, perlu peningkatan promosi dan pemasaran untuk memberikan motivasi kepada warga mengembangkan tanaman teh yang dikelola turun temurun tersebut," ujar Kepala Dishutbun Bangka Barat Kemas Arfani Rahman di Muntok, Rabu.

         Ia menjelaskan, pemasaran teh tayu saat ini masih tradisional, hanya beredar di sekitar Kecamatan Jebus, Parittiga dan Kelapa padahal teh tersebut memiliki potensi nilai jual tinggi dan diyakini mampu bersaing dengan teh jenis lain di tingkat nasional.

         Menurut masyarakat di daerah itu, teh tayu memiliki khasiat menghilangkan rasa pusing, relaksasi, mengurangi kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah dan menambah nafsu makan.

         "Untuk membuktikan kebenaran hal tersebut kami sedang mengupayakan penelitian kandungan, komposisi dan manfaat dari teh tayu dengan mengundang BPPOM, Dinas Kesahatan dan pihak terkait untuk melakukan penelitian tersebut," ujarnya.

         Ia mengatakan, untuk hasil produksi tidak perlu dikhawatirkan karena tanaman teh tayu sudah banyak tersedia di daerah itu, dikembangkan turun temurun dan sudah menjadi tradisi warga di daerah itu yang sebagian besar beretnis Tionghoa menanam teh.

         "Selain itu, pemkab bekerja sama dengan beberapa perusahaan  pertambangan dan perkebunan akan membuka lahan perkebunan seluas 10 hektare untuk dikelola warga di daerah itu, yang diharapkan dapat mulai dipanen tiga tahun mendatang," ujarnya
    Dengan potensi seperti itu, Kemas mengharapkan, Disperindagkop dan UKM Bangka Barat mau membina warga di daerah itu meningkatkan mutu produksi, kemasan, promosi dan menyalurkan pemasarannya sekaligus meningatkan manajemen perusahaan yang ada dalam upaya peningkatan kesejahteraan warga.

         "Kami juga sedang mengupayakan hak paten teh tayu sebagai produk asli Bangka Barat sebagai bentuk keseriusan pemkab dalam meningkatkan nilai jual teh asli Kecamatan Jebus.

         Menurut dia, secara teknis Disperindagkop memiliki kompetensi dalam peningkatan penjualan produk tersebut dan diharapkan mampu mengatasi kendala yang  sering menjadi penghambat perajin untuk maju.

         "Mekanisme pemasaran seperti apa nantinya itu kami serahkan  ke Disperindagkop dan diharapkan ada peningkatan kesejahteraan warga di daerah itu yang sebagian besar masih memproduksi teh tayu sebagai pekerjaan sampingan," ujarnya.

         Dengan adanya jaminan pemasaran, kata dia, diharapkan industri teh tayu semakin maju dan tidak menutup kemungkinan akan berkembang dan banyak menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi pengangguran yang selama ini menjadi permasalahan bersama.

         "Kami juga ingin setiap kegiatan di lingkungan Pemkab dan seluruh perusahaan di Bangka Barat menggunakan teh tayu sebagai menu pokok sekaligus sarana promosi produk lokal tersebut," kata Kemas.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara