DISHUTBUN MINTA PETANI ANTISIPASI JAMUR AKAR PUTIH

Muntok, Bangka Barat, 10/10 (ANTARA) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, meminta para petani karet lebih peduli kebersihan lahan perkebunannya untuk mengatisipasi pertumbuhan jamur akar putih.

"Jamur akar putih akan mudah merebak saat musim penghujan tiba, karena tanah akan menjadi sangat lembab dan memudahkan jamur tersebut berkembang," ujar Kepala Bidang Perkebunan Dishutbun Bangka Barat Darmono, di Muntok, Senin.

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi tumbuhnya jamur akar putih, para petani karet disarankan menyiangi lahannya terutama di sekitar pohon karet agar tanah di sekitar pohon karet dapat langsung terkena sinar matahari.

Jika tanah terkena sinar matahari secara langsung, katanya, akan mengurangi kelembaban tanah dan dapat meminimalkan potensi pertumbuhan jamur akar putih yang sangat mematikan tersebut.

Menurut data, pada 2010 di Bangka Barat terdapat lahan karet seluas 14.261 hektare yang tersebar di lima kecamatan, meliputi Muntok seluas 1.253,5 hektare, Simpang Teritip 1.530,5 hektare, Jebus 3.128,7 hektare, Kelapa 5.646,2 hektare, dan Tempilang 2.703 hektare.

Luas lahan karet tersebut terdiri atas lahan tanaman yang belum menghasilkan seluas 5.281 hektare, luas tanaman menghasilkan 8.226 hektare, dan luas lahan tanaman rusak 754 hektare. Jumlah keseluruhan produksi karet pada 2010 sebanyak 30.373 ton.

"Pada 2011, kami belum mengadakan pendataan kembali luas lahan perkebunan karet yang ada, kami akan mendata pada akhir 2011 sampai awal 2012," ujarnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini jamur akar putih telah menyerang hampir lima persen dari seluruh tanaman karet di daerah itu. Jamur itu dapat diantisipasi dengan DDT, formalin 0,25 persen, atau Furadam 3G.

Ia menjelaskan, jika tanaman karet sudah terserang jamur akar putih, sebaiknya segera diobati.

Namun, katanya, sebelum diobati akan lebih baik jika lingkungan sekitar pohon dibersihkan terlebih dahulu agar obat mudah terserap pohon.

"Khusus untuk pengobatan dengan formalin 25 persen, perbandingannya satu tutup botol dicampur dengan satu liter air dan disemprotkan pada akar yang terserang jamur tersebut," katanya.

Ia mengatakan, untuk mencegah pohon karet terserang jamur akar putih lebih baik dilakukan pencegahannya seperti membersihkan lingkungan lahan, sanitasi yang baik, dan memangkas daun karet agar tidak terlalu rimbun.

Selain disebabkan kurangnya sinar matahari, katanya, jamur akar putih juga dapat terjadi jika di sekitar akar tanaman terdapat rayap.

Ia mengharapkan, proses pembersihan lahan dilakukan sesering mungkin agar tanaman tumbuh sehat.

"Faktor kebersihan lingkungan lahan sangat penting agar tanah, akar, dan batang terkena sinar matahari untuk membantu proses fotosintesis tanaman tersebut," demikian Darmono.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News