DISHUTBUN TANAM MANGROVE DI DAS RAMBAT

Muntok, 27/2 (ANTARA) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, memprogramkan penanaman sekitar lima hektare mangrove di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rambat dalam upaya memperbaiki lingkungan yang rusak.

"Kami masih mencari lokasi yang cocok dan aman untuk penanaman mangrove agar tidak dirusak para penambang usai ditanam," ujar Kepala Seksi Perlindungan dan Pengawasan hutan pada Dishutbun Bangka Barat, Bambang Yusdianto di Muntok, Senin.

Penanaman mangrove tersebut, katanya, akan melibatkan masyarakat sekitar lokasi dengan harapan mereka ikut mengawasi dan menjaga supaya tidak dirusak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut dia, Dishutbun pada tahun ini memfokuskan kegiatan penanaman mangrove di DAS Rambat dan akan dilanjutkan pada 2013 di DAS Antan dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten.

"Pananaman mangrove DAS ini merupakan upaya Dishutbun dalam melestarikan kawasan hutan dan kelangsungan ekosistem di dalamnya dari kerusakan lebih parah akibat ulah manusia," ujarnya.

Ia mengatakan, pada awal 2012 telah dilakukan penanaman mangrove seluas 10 hektare di kawaan pesisir Kecamatan Jebus dalam upaya melestarikan pesisir pantai sekaligus menumbuhkan kearifan lokal dari masyarakat setempat.

Kerusakan DAS, lahan hutan dan pesisir pantai di Kabupaten Bangka Barat, selain terjadi karena dampak penambangan dan pembalakan liar, juga tak terlepas dari lunturnya kearifan lokal masyarakat setempat.

"Dalam setiap peanaman kami akan melibatkan masyarakat setempat agar pascapenanaman ada yang menjaganya sehingga upaya yang dilakukan tidak sia-sia," ujarnya.

Ia mengatakan, hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh pada zona peralihan antara ekosistem darat dan ekosistem laut yang memiliki peran penting untuk melindungi pantai, penahan endapan lumpur dan fungsi keseimbangan lingkungan.

Menurut dia, mangrove berfungsi mencegah intrusi atau masuknya air laut ke daratan, dan memiliki banyak manfaat lainnya yaitu menahan abrasi dan tempat bertelur sejumlah hewan laut seperti udang, ikan, kepiting sehingga keberadaan mangrove sangat dibutuhkan nelayan.

Secara keseluruhan potensi wilayah pesisir sepanjang pantai Bangka Barat yang didukung dengan habitat hutan mangrove, namun kondisinya mengalami rusak berat akibat penambangan dan pambalakan liar yang dlakukan warga, sehingga perlu dilindungi dan dilestarikan melalui pemulihan dan pencegahan kerusakan fungsinya.

"Penanaman mangrove di DAS dan lahan pesisir pantai diharapakan bermafaat untuk warga sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan," ujarnya.

Ia berharap, bantuan penanaman mangrove tersebut dapat membantu nelayan setempat untuk meningkatkan hasil tangkapannya dan di tahun mendatang anggaran untuk hal itu tersedia karena masih banyak hutan mangrove yang perlu ditanami lagi.

Kearifan lokal sangat penting dan memberikan kontribusi dominan terhadap kelangsungan dan kelestarian hutan, perlu peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola lahan dan aktif melakukan rehabilitasi lahan kritis di sekitar tempat tinggalnya," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News