DISPERINDAGKOP BANGKA BARAT TINGKATKAN MANAJEMEN PENGURUS KOPERASI

 Muntok, Bangka Barat, 7/3 (ANTARA) - Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Bangka Barat, pada 2012 akan meningkatkan pelatihan manajemen pengelolaan kepada para pengurus koperasi agar dapat berkembang pesat.
    "Pertumbuhan koperasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya, untuk itu perlu adanya pelatihan manajemen bagi pengurus agar dapat berjalan baik," kata Kepala Disperindagkop dan UKM, Abdullah Aidid di Muntok, Rabu.
    Ia menjelaskan, pelatihan akan dilakukan berkala dengan mendatangkan narasumber praktisi manajemen dan pengelolaan koperasi dari dalam dan luar daerah untuk memberikan variasi materi dan motivasi agar lebih terbuka wawasannya.
    "Pada dasarnya koperasi itu bertujuan untuk menyejahterakan anggota, kami berharap seluruh koperasi di Bangka Barat yang jumlahnya mencapai 60 unit dapat terus memperbaiki pengelolaan manajemen usahanya," ujarnya.
    Untuk meningkatkan usaha koperasi, saat ini sebanyak 15 orang penyuluh koperasi di daerah itu siap untuk melakukan pembinaan dan pendampingan sampai koperasi tersebut benar-benar mandiri sehingga dapat menjadi contoh dan mamotivasi warga lainnya mendirikan koperasi.
    Menurut dia, saat ini perkembangan koperasi di daerah itu sudah cukup baik seiring pembinaan dan pelatihan pengelolaan koperasi yang telah dilakukan ditambah berbagai kegiatan penunjang lainnya seperti rapat koordinasi, temu anggota, kunjungan antarkoperasi dan lainnya.
    "Kami memiliki tiga koperasi yang sering mendapat penghargaan tingkat nasional sebagai koperasi berprestasi, salah satunya Koperasi Karyawan Timah," ujarnya.
    Ia berharap, prestasi yang telah diraih oleh beberapa koperasi di daerah itu tetap dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya agar membawa dampak anggota semakin sejahtera.
    Pelatihan manajemen dilakukan agar koperasi tidak berhenti di tengah jalan karena berbagai kendala yang dihadapi seperti kredit macet, kesalahan pembagian laba, peran aktif anggota dan pengurus serta kendala lainnya yang sering dihadapi dalam perkoperasian.
    "Melalui pelatihan dan rapat koordinasi diharapkan pengurus koperasi paham denagn kendala yang dihadapi di lapangan, dengan demikian diharapkan bisa mencari solusi agar koperasi dapat terus berkembang," ujarnya.
    Selain pelatihan, rakor dan pendampingan, Pemkab juga akan memberikan bantuan permodalan bagi koperasi yang kekurangan modal atau perputaran modal kurang lancar agar usaha tersebut tetap bertahan.
    Menurut dia, upaya tersebut dialakukan agar koperasi tetap[ berjalan dan anggotanya juga mendapat kemudahan dalam mengembangkan usaha sehingga semakin sejahtera.
   

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News