DISTANAK ANJURKAN PETERNAKAN SAPI TERINTEGRASI DENGAN PERTANIAN

         Pangkalpinang, 22/5 (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menganjurkan masyarakat di wilayah tersebut untuk mengintegrasikan peternakan sapi dengan sektor pertanian, guna mendapatkan nilai ekonomis yang lebih maksimal.

        Hal tersebut dikemukakan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veterinari, drh. Judnaidy terkait dengan upaya Babel untuk swasembada sapi.

        "Bertenak sapi di Babel idealnya terintegrasi dengan pertanian, jadi sambil beternak sapi seseorang juga bertani atau berkebun jadi nantinya akan ada 'multiplyer effect'," kata Judnaidy di Pangkalpinang, Selasa.

        Hal tersebut dikarenakan hasil beternak sapi tidak dapat didapat secara instan, harus menunggu beberapa tahun guna mendapat hasil yang baik.

        "Beternak sapi kita harus menunggu untuk pembibitan dan penggemukan kalau mau hasil yang maksimal minimal satu tahun. Setelah itu baru kita bisa panen dam selama menunggu kita bisa berkebun lada, sawit, karet atau bertani sayur mayur," katanya.

        Menurut Judnaidy, sapi selain memiliki nilai ekonomis langsung yakni hal-hal yang bisa diambil dari sapi misalnya pertambahan berat daging dari waktu ke waktu, juga nilai ekonomis tidak langsung berupa produk sampingan seperti kotoran dan urinnya yang dapat dijadikan  pupuk organik yang baik bagi tanaman.

        Ia menganjurkan agar masyarakat yang ingin beternak sapi di Babel untuk mengintegrasikannya dengan perkebunan atau pertanian.

        "Kami tahu betul beternak sapi bagi masyarakat Babel adalah sesuatu yang baru, selama ini masyarakat Babel terbiasa menambang atau berkebun yang hasilnya secara ekonomi bisa didapat langsung. Kalau beternak sapi agak lama dapatnya, oleh karena itu kami anjurkan beternak sapi sebagai sampingan, bukan mata pencaharian yang utama," katanya.

        Dalam mencapai tujuan swasembada sapi, Distanak Babel menyasar masyarakat yang telah memiliki pendapatan utama seperti yang dihasilkan dari berkebun untuk beternak sapi.

        "Sasaran kami adalah masyarakat yang sudah jalan, terutama masyarakat yang memiliki areal tanaman lada, sawit, karet atau sayur mayur agar dapat saling mendukung," katanya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara