DISTANNAK BANGKA BARAT ANTISIPASI HAMA PADI

Muntok, Bangka Barat, 7/3 (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, melakukan antisipasi serangan hama padi pada 2012 dengan menyediakan bantuan obat-obatan kimia pembasmi hama.
    "Kami akan membagikan bantuan tersebut kepada tiga kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) di tiga kecamatan," ujar Kepala Bidang Pertanian pada Distannak Bangka Barat, Darmono di Muntok, Rabu.
    Ia menjelaskan, bantuan bahan kimia tersebut berupa insektisida sebanyak 110 liter, herbisida 110 liter dan rodentisida 110 kilogram yang akan dibagi dalam dua tahap.
    Menurut dia, bantuan tersebut bertujuan meringankan beban biaya produksi petani sekaligus meningkatkan minat masyarakat bercocok tanam lagi untukmendukung ketahanan pangan daerah setempat.
    "Masyarakat masih malas bertani dan butuh motivasi karena latar belakang budaya bercocok tanam tidak ada di daerah itu, mereka lebih suka berkebun karet, lada dan sebagai penambang bijih timah yang dinilai lebih menguntungkan," ujarnya.
    Pemberian bantuan tersebut, katanya, merupakan langkah nyata dari Pemkab dalam upaya meningkatkan animo bertani masyarakat yang dianggarkan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten 2012.
    "Kami akan bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian untuk mendistribusikan bantuan bahan kimia tersebut karena mereka lebih tahu petani mana saja yang layak dibantu," ujarnya.
    Menurut data, saat ini di Bangka Barat terdapat sekitar 500 hektare hamparan ladang padi yang terdapat di tiga kecamatan meliputi Kecamatan Kelapa, Jebus dan Simpang Teritip, sementara di tiga kecamatan lain yaitu Kecamatan Muntok, Tempilang dan Parittiga terdapat ladang namun bukan berupa hamparan.
    Selain bahan kimia, Distannak juga akan menyalurkan bantuan peralatan pertanian berupa gembor 90 unit dan alat penyemprot 30 unit untuk mempermudah petani melakukan aktivitasnya di ladang dan dapat juga dimanfaatkan untuk mengelola ladang pascapanen padi.
    Darmono menambahkan, pertanian padi di daerah itu mengandalkan tadah hujan dan hanya dapat menanam padi sekali setahun sehingga setelah panen lahan banyak yang menganggur dan kembali ditumbuhi rumput maupun ilalang.
    "Kami berupaya memanfaatkan lahan pascapanen dengan mencoba menanam berbagai sayuran seperti cabe, terong, kacang panjang, kacang tanah dan lainnya agar kesejahteraan petani semakin meningkat," ujarnya.
    Dengan berbagai bantuan tersebut diharapkan para petani yang tergabung dalam kelompok tani semakin meningkat kesejahteraannya.
    Bagi petani yang belum menjadi anggota kelompok tani, tambahnya, dapat segera bergabung ke kelompok tani setempat agar dapat terpantau perkembangannya sekaligus mempercepat terwujudnya masyarakat Bangka Barat yang mandiri dan sejahtera.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News