DISTANNAK BANTU PETANI 6,5 TON PUPUK ORGANIK

Muntok, Bangka Barat, 6/3 (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 akan membantu petani sebanyak 6,5 ton pupuk organik untuk meringankan biaya produksi bercocok tanam.
 
"Bantuan sebanyak 6,5 ton tersebut akan kami salurkan kepada tiga kelompok tani yang menekuni bidang pertanian padi ladang di tiga kecamatan," ujar Kepala Bidang Pertanian pada Distannak Bangka Barat, Darmono di Muntok, Selasa.
 
Ia menjelaskan, kelompok tani yang berhak mendapatkan bantuan tersebut adalah mereka yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang mengelola hamparan ladang padi lokal seperti di Kecamatan Kelapa, Tempilang dan Jebus.
 
Bantuan sebanyak 6,5 ton tersebut, katanya, merupakan langkah nyata dari Pemkab dalam upaya meningkatkan animo bertani masyarakat yang dianggarkan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten 2012.
 
Menurut dia, pupuk organik ini sangat dibutuhkan untuk menyuburkan tanah pertanian dan jenis pupuk ini paling sesuai dengan karakter tanah di daerah itu yang banyak mengandung pasir.
"Melalui Balai Pengembangan Pertanian kami telah mencoba mengembangkan pupuk organik namun belum mampu mencukupi kebutuhan petani, bantuan ini diharapkan mampu menutup kebutuhan tersebut meskipun tidak semuanya tercukupi," ujarnya.
 
Menurut dia, daerah tersebut saat ini sedang gencar memberikan berbagai penyuluhan ke para petani agar dapat membuat pupuk organik sendiri, minimal untuk mencukupi kebutuhan lahan milik pribadi melalui berbagai pelatihan di BPP yang terdapat di masing-masing kecamatan.
 
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik, katanya, di daerah itu persediaannya cukup melimpah, namun masih banyak petani belum mampu memanfaatkannya secara maksimal karena kurang menguasai teknik pembuatannya.
 
Selain meningkatkan keterampilan membuat pupuk organik sendiri, pihaknya juga berupaya meningkatkan populasi ternak seperti sapi, kambing dan ayam untuk mendukung ketersediaan bahan pembuat pupuk organik selain bahan organik lain yang banyak tersedia di daerah itu.
 
"Ke depan kami mengharapkan para petani dapat memproduksi pupuk organik sendiri seiring meningkatnya keterampilan dalam bidang tersebut," ujarnya.
Darmono menambahkan, selain bantuan pupuk organik, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan peralatan pertanian berupa gembor sebanyak 90 unit dan alat penyemprot 30 unit untuk melengkapi kebutuhan peralatan yang dibutuhkan dalam pengelolaan pertanian pascapanen padi.
 
"Pertanian padi di daerah ini masih mengandalkan tadah hujan dan hanya dapat menanam padi sekali setahun sehingga setelah panen padi lahan banyak yang menganggur, untuk itu kami berupaya memberdayakan lahan tersebut dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain seperti terong, kacang tanah, kacang panjang, cabe dan lainnya," ujarnya.
Dengan berbagai bantuan tersebut diharapkan para petani yang tergabung dalam kelompok tani semakin meningkat kesejahteraannya dan bagi petani yang belum menjadi anggota kelompok tani dapat segera bergabung ke kelompok tani setempat agar dapat terpantau perkembangannya sekaligus mempercepat terwujudnya masyarakat Bangka Barat yang mandiri dan sejahtera.
   

 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News