DISTANNAK SALURKAN BANTUAN DUA MESIN GILING PADI

Muntok, Bangka Barat, 27/4 (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada Juni 2012 akan menyalurkan bantuan dua unit mesin giling padi dalam upaya mewujudkan desa mandiri pangan di daerah itu.

"Dua unit mesin giling padi berasal dari bantuan Pemprov dan Pemkab masing-masing satu unit tersebut dimaksudkan agar para petani tidak terlalu jauh jaraknya jika akan menggiling padi," ujar Kepala Bidang Pertanian Distannak Bangka Barat Darmono di Muntok, Jumat.

Ia menjelaskan, dua unit mesin tersebut akan disalurkan ke dua desa yaitu Desa Beruas, Kecamatan Kelapa dan Desa Ketap, Jebus masing- masing satu unit.

Menurut dia, upaya Pemerintah tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dalam membantu masyarakat sekaligus mewujudkan desa mandiri pangan.

"Pada 2012 kami berupaya mewujudkan enam desa mandiri pangan, terdiri dari Desa Kundi, Kecamatan Simpang Teritip, Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Desa Tuik dan Beruas, Kecamatan Kelapa serta Desa Ketap dan Desa Telak, Kecamatan Jebus," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam upaya mewujudkan desa mandiri pangan, pihaknya tidak bisa bekerja sendirian, namun SKPD lain juga ikut berpartisipasi.

Misalnya Dinas Sosial memberikan bantuan perlatan pengolahan produksi, Dinas Perkebunan membangun sektor perkebunan dan Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bibit ikan untuk dikelola warga di daerah itu.

Selain bantuan mesin giling, kata dia, pada bulan itu juga akan disalurkan bantuan sebanyak 1,4 ton bibit unggul padi ladang untuk meningkatkan animo bertani masyarakat setempat yang akan disalurkan ke kelompok tani yang tersebar di enam kecamatan seluruh Bangka Barat.

Menurut dia, petani juga diupayakan mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat melalui program bantuan langsung bibit unggul (BLBU) dan bantuan langsung pupuk (BLP) agar petani tidak kesulitan mendapatkan bibit dan pupuk sekaligus meningkatkan motivasi masyarakat menekuni bidang pertanian.

"Kami juga akan menyalurkan 6,5 ton pupuk organik kepada tiga kelompok tani yang menekuni bidang pertanian padi ladang di tiga kecamatan yang sudah tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) seperti di Kecamatan Kelapa, Tempilang dan Jebus," ujarnya.

Darmono menambahkan, selain bantuan pupuk organik, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan peralatan pertanian berupa gembor sebanyak 90 unit dan alat penyemprot 30 unit untuk melengkapi kebutuhan peralatan yang dibutuhkan dalam pengelolaan pertanian pascapanen padi.

Pertanian padi di daerah ini masih mengandalkan tadah hujan dan hanya dapat menanam padi sekali setahun sehingga setelah panen padi lahan banyak yang nganggur.

"Untuk itu kami berupaya memberdayakan lahan tersebut dimanfaatkan untuk menanam tananaman lain seperti terong, kacang tanah, kacang panjang, cabe dan lainnya," ujarnya.

Dengan berbagai bantuan tersebut diharapkan para petani yang tergabung dalam kelompok tani semakin meningkat kesejahteraannya.

Selain itu bagi petani yang belum menjadi anggota kelompok tani dapat segera bergabung ke kelompok tani setempat agar dapat terpantau perkembangannya sekaligus mempercepat terwujudnya masyarakat Bangka Barat yang mandiri dan sejahtera.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News