DISTANNAK SIAPKAN LIMA PETUGAS PERIKSA HEWAN KURBAN

Muntok, Bangka Barat, 13/10 (ANTARA) - Dinas pertanian dan Perkebunan (Distannak) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, menyiapkan lima orang petugas untuk memeriksa kesehatan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriyah.

"Sebanyak lima orang petugas tersebut akan memeriksa kesehatan hewan kurban yang di jual pedagang mulai sepuluh hari sebelum hari raya," ujar Kepala Distannak Bangka Barat, Suhadi di Muntok, Kamis.

Ia menjelaskan, petugas kesehatan ternak tersebut bertanggungjawab menjamin hewan kurban dalam kondisi layak untuk disembelih dan tidak mengandung penyakit antraks pada sapi yang dapat menular masyarakat.

Menurut dia, petugas akan mendatangi setiap pedagang untuk memastikan kesehatan hewan kurban yaitu sapi dan kambing di enam kecamatan di Bangka Barat yang terdiri dari Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Parittiga dan Jebus.

"Kami akan mendatangi setiap pedagang hewan kurban yang ada, jika ditemukan hewan yang tidak layak disembelih atau sakit kami minta untuk disembuhkan terlebih dahulu dan bisa dijual di pasar pada hari biasa," katanya.

Selain mengenai kesehatan hewan kurban, katanya petugas juga akan memastikan bahwa hewan yang dijual para pedagang memenuhi syarat untuk dikurbankan seperti bebas antraks, sapi berumur satu setengah tahun dengan berat di atas 200 kg, dan kambing berumur lebih dari setahun dengan berat minimal 25 kg.

Ia mengharapkan masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban dan apabila belum jelas dan ragu dengan kondisi hewan kurban yang dijual para pedagang, dapat menanyakan langsung ke pos kesehatan hewan yang ada di kecamatan masing-masing.

"Kami memiliki 65 orang tenaga penyuluh yang terdapat disetiap desa, jika masyarakat masih ragu dengan kondisi hewan yang akan dikurbankan dapat menghubungi mereka untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk saat ini Ditannak Bangka Barat belum melakukan pengecekan terhadap hewan yang datang melalui Pelabuhan Muntok, karena hewan yang datang dari Palembang tersebut merupakan hewan untuk dijaul di pasar untuk konsumsi masyarakat sehari-hari.

Menurut dia, hampir seluruh kebutuhan hewan kurban pada tahun ini didatangkan dari luar daerah karena sapi yang ada di sejumlah peternak di Bangka Barat hampir semuanya merupakan sapi induk yang sengaja dibudidayakan bukan untuk dijual untuk kurban.

"Kami akan berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal agar hewan kurban yang disediakan pedagang merupakan hewan yang layak konsumsi dan memenuhi syarat ketentuan agama," katanya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News