DPR: PENEMBAKAN TIGA TKI MASALAH KEDAULATAN RI

         Pangkalpinang, 3/5 (ANTARA) - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bukhori Yusuf menegaskan kasus penembakan tiga TKI asal Lombok Timur, NTB oleh polisi Malaysia, merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Republik Indonesia (RI).

        "Penembakan dan dugaan penjualan organ tiga TKI oleh polisi Malaysia itu tidak hanya melanggar hak asasi manusia (ham) tapi juga melanggar kedaulatan RI," kata Bukhori di sela-sela Kunjungan Kerja Komisi III ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis.

        Bukhori menjelaskan polisi Malaysia tidak berhak menyiksa warga negara Indonesia secara fisik apalagi melakukan pembunuhan.

        "Memang ada beberapa ruang lingkup, kalau hukuman ringan soal kriminal misalnya kurungan atau apa, polisi Malaysia berhak melakukan itu, tapi kalau melakukan hukuman fisik apalagi membunuh, mereka tidak berhak melakukan itu," kata dia.

        Bukhori menegaskan Pemerintah harus lebih tegas menghadapi persoalan tersebut.

        "Ini bukan masalah yang hanya sekali dua kali terjadi, ini persoalan yang berulang kali dan sudah tidak bisa ditolerir, Pemerintah harus tegas menunjukkan wibawa, kirimkan utusan ke sana untuk menuntaskan masalah ini," kata dia.

        Sebelumnya, Pemerintah Malaysia membantah kecurigaan tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat yang ditembak mati di Port Dickson, Negeri Sembilan, telah menjadi korban perdagangan organ tubuh manusia.

        Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein mengatakan, kecurigaan tersebut sama sekali tidak benar dan hanya akan merusak citra Malaysia di mata dunia.

        Lima polisi Malaysia diberitakan telah memberondongkan peluru ke arah TKI Herman (34) dan Abdul Kadir (25), asal Dusun Pancor Kopong, Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, serta Mad Noor (28) asal Dusun Gubuk Timur, Desa Pengadangan.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara