DPRD BABEL MINTA PEMKAB SERIUSI SEKTOR WISATA

 

    Muntok, 24/9 (Antara) - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bruri Rusyadi meminta Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menyeriusi pembangunan sektor pariwisata sebagai persiapan pengganti ekonomi masyarakat pascatimah.
    "Suatu saat kandungan bijih timah akan semakin sulit didapati warga penambang, untuk itu pemkab harus jeli menyiapkan sektor lain agar perekoniman masyarakat tetap stabil setelah timah benar-benar habis," ujar legislator dari Kabupaten Bangka Barat itu di Muntok, Selasa.
    Ia menjelaskan, sektor wisata bisa diandalkan untuk dikembangkan di daerah itu karena banyak peninggalan bersejarah, khususnya di Kota Muntok, selain wisata alam dan kuliner.
    Di kota ujung barat Pulau Bangka itu terdapat berbagai peninggalan sejarah mulai dari masa pembentukan Muntok, sejarah pertambangan bijih timah, lokasi pertempuran Perang Dunia II, pusat perdagangan lada putih hingga lokasi pengasingan Soekarno-Hatta dan para pejuang lain pada masa Perjuangan Kemerdekaan RI.
    "Wisata sejarah cukup potensial, apalagi Muntok telah ditetapkan sebagai salah satu kota pusaka yang tentunya bisa disejajarkan dengan kota pusaka lain di Indonesia, tinggal bagaimana daerah bisa memaksimalkan potensi itu dan mengemasnya," kata dia.
    Namun, menurut dia, wisata sejarah tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa dukungan wisata sektor lain, seperti transportasi, kuliner, cindera mata, wisata alam dan keindahan pantai.
    Menurut dia, Pantai Batu Rakit yang cukup dekat lokasinya dengan pusat Kota Muntok, bisa menjadi salah satu alternatif untuk mendukung wisata pantai dan wisata keluarga.
    "Lokasi cukup bagus dan dekat pusat kota, apalagi saat ini sudah ada jalan disepanjang bibir Pantai Batu Rakit, meskipun masih berupa jalan tanah merah," kata dia.
    Ia mengatakan, tahun depan pihaknya akan mengupayakan agar Pemprov bisa menyelesaikan pembangunan jalan itu menjadi jalan aspal sehingga akses jalan semakin bagus.
    "Kami yakin akan bisa melobi DPU Babel untuk merealisasikan penyelesaian jalan itu, sekarang tinggal bagaimana pemkab setempat mengalokasikan anggarannya untuk mendukung pembangunan fasilitas lainnya, agar wisatawan semakin betah berkunjung ke tempat itu," kata dia.
    Ia mengharapkan pemkab membangun sarana dan prasarana umum lain seperti tempat pemandian air tawar, lokasi parkir, penataan lokasi pedagang dan berbagai fasilitas yang bisa menghidupkan suasana di lokasi wisata tersebut.
    Ia yakin jika pemkab fokus mengembangkan lokasi wisata pantai Batu Rakit, akan semakin banyak wisatawan berkunjung ke lokasi tersebut dan bukan tidak mungkin akan menarik banyak investor pariwisata.
    "Kami yakin ke depan investasi pariwisata akan semakin meningkat kalau pemkab mendukung upaya masyarakat menghidupkan pariwisata pantai yang berada tidak jauh dari menara suar Tanjung Kalian itu," kata dia.

Oleh Donatus Dasapurna Putranta

Sumber: 
ANTARANEWS