DPRD SAHKAN RAPERDA PENYERTAAN MODAL PDAM

 

    Bangka Barat,(Antara) - DPRD Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil menggelar rapat paripurna dengan agenda pengesahan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten di PDAM Tirta Sejiran Setason.
    "Kami berharap pengesahan raperda ini bisa memberi dampak positif bagi perusahaan milik daerah yang selama ini cukup diandalkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih," ujar Bupati Bangka Barat Zuhri M Syazali di Muntok, Kamis.
    Ia mengatakan, penyediaan air bersih untuk minum dan sanitasi kepada masyarakat pada intinya adalah tugas pemerintah daerah setempat dan pemkab akan terus berusaha sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
    Melalui badan usaha milik daerah dalam bentuk PDAM Tirta Sejiran Setason, kata dia, diharapkan penyediaan air minum, air mandi, mencuci, memasak dan berbagai kebutuhan lain untuk masyarakat bisa terpenuhi.
    "Pembentukan PDAM itu sendiri sudah sesuai dengan Perda Kabupaten Bangka Barat Nomor 16 Tahun 2011 tentang PDAM Tirta Sejiran Setason," kata dia.
    Ia menambahkan, sehubungan dengan berdirinya salah satu BUMD itu, maka untuk meningkatkan kinerja, pelayanan, perbaikan kualitas air dan menambah kuantitas air maka pemkab perlu memberikan permodalan kepada perusahaan tersebut.
    "Kami harapkan penyertaan modal ini mampu memenuhi berbagai tindakan administrasi dan teknis perusahaan daerah ini sehingga bisa berjalan normal," kata dia.
    Ia mengatakan, selama ini perusahaan daerah itu selalu terkendala permodalan dalam menjalankan usahanya sehingga kurang maksimal dalam memberikan pelayanan masyarakat.
    Adapun kendala tersebut seperti penyusunan neraca awal, pembayaran rekening listrik dari PLN, perbaikan panel listrik, peningkatan daya listrik, perbaikan jaringan perpipaan transmisi dan pengadaan meteran serta akuisis lahan.
    "Kami harapkan penyertaan modal ini bisa meningkatkan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana penyediaan air minum di daerah ini," kata dia.
    Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Sejiran Setason Chairul Amri Rani mengatakan, penyertaan modal yang akan dikucurkan dari pemkab secara keseluruhan berjumlah Rp10 miliar untuk membantu operasional PDAM selama lima tahun ke depan.
    "Anggaran itu pada tahun pertama Rp2,5 miliar, tahun kedua Rp2,5 miliar, tahun ketiga Rp2 miliar, tahun keempat Rp2 miliar dan tahun kelima sebesar Rp1 miliar," kata dia.
    Ia mengatakan, yang menjadi kebutuhan mendesak saat ini adalah kurang layaknya jaringan perpipaan yang ada di daerah itu, dimana jaringan tersebut merupakan peninggalan Pemerintah Kabupaten Bangka yang dibangun pada 1986/1987.
    "Seluruh jaringan PDAM yang ada sudah 20 lebih belum ada peremajaan, kami harapkan adanya penyertaan modal ini bisa sedikit demi sedikit memperbaiki atau mengganti jaringan tersebut sehingga pelanggan bisa mendapatkan haknya," kata dia.

Oleh Donatus Dasapurna Putranta

Sumber: 
ANTARANEWS