ESDM: BANGKA BARAT KAYA LOGAM TANAH JARANG

Muntok, Bangka Barat, 1/3 (ANTARA) - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, Chairul Amri Rani mengungkapkan daerah tersebut memiliki kekayaan alam berupa logam tanah jarang yang melimpah dan bernilai ekonomis tinggi.

"Sayangnya kandungan mineral langka tersebut belum dimanfaatkan maksimal sehingga belum mampu memberikan kontribusi bagi kesjahteraan masyarakat," ujarnya di Muntok, Kamis.

Ia menjelaskan, untuk mengelola mineral seperti zircon, monazite, thorium dan logam tanah jarang lainnya membutuhkan industri tehnologi tinggi yang sampai saat ini belum ada di Bangka Barat.

Menurut dia, peran investor sangat dibutuhkan untuk mengelola mineral di daerah itu agar menjadi barang industri yang memiliki nilai tambah karena daerah itu belum ada yang mengelola sehingga mineral ikutan tersebut selama ini lepas begitu saja.

Ia menjelaskan, logam tanah jarang dipakai untuk teknologi tinggi, seperti perlengkapan komputer, baterai ringan, lampu, bahan procesor, tempat penyimpanan hydrogen, laser dan belasan barang produksi lainnya.

Kekayaan luar biasa tersebut, katanya, jika dikelola dengan baik dari awal akan meningkatkan nilai jual mineral tersebut, banyak membuka lapangan pekerjaan dan memberi kontribusi luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat.

Untuk mengelola mineral ikutan tersebut, katanya, saat ini Bangka Barat masih terbuka untuk investasi pengelolaan dan pengolahan mineral menjadi bahan olahan yang diminati pasar seluruh dunia terutama negara-negara industri.

"Kekayaan mineral ikutan tambang tersebut harus disadari masyarakat agar masyarakat tidak menyia-nyiakan mineral tersebut dan mengeksplorasi untul dijual ke luar negeri dengan harga murah," ujarnya.

Ia mengingatkan, jika ingin menjual hasil tambang jangan berupa pasir timah, karena di pasir timah tersebut terkandung banyak sekali mineral ikutan untuk kepentigan masa depan, salah satunya thorium.

"Thorium merupakan mineral ikutan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi masa depan, selain itu masih banyak lagi mineral ikutan lain yang dapat diolah menjadi teknologi tinggi," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkab harus segera melakukan terobosan untuk mengelola mineral tersebut agar tidak habis sia-sia dengan menggunakan tehnologi tinggi dan tentunya melibatakan peran investor.

"Hadirnya investasi yang menangani mineral ikutan ini sangat kami harapkan, karena selama ini belum ada yang serius mengembangka itu karena keterbatasan energi yang ada di Bangka Barat," ujarnya.**

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News