FESTIVAL SENI DAERAH CAMPAK, DAMBUS, RUDAT, DAN REBANA SE-KABUPATEN BANGKA BARAT TAHUN 2011

Simpang Teritip, Bangka Barat, 9/11 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung Zuhri M Syazali mengajak masyarakat melestarikan kesenian daerah seperti dambus, rebana, rudat dan campak untuk membangun karakter masyarakat setempat.

"Kami mengharapkan ke depannya pelaksanaan festival seni daerah dapat lebih maksimal baik penyajian maupun jumlah pesertanya," ujarnya dalam sambutan pembukaan Festival Seni Daerah di Lapangan Simpang Gong, Rabu.

Ia menjelaskan, seni daerah tersebut merupakan ciri khas Bangka Belitung yang menggambarkan budaya, kehidupan sosial dan religi masyarakat, selayaknya dapat dilestarikan dengan digelar lebih banyak festival sejenis untuk merangsang motivasi masyarakat berkesenian.

Menurut dia, Festival yang digelar tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menggalakkan kesenian daerah dan melestarikannya agar tidak tergerus dari budaya asing yang begitu mudah masuk melalui berbagai media.

"Dengan melestarikan seni tersebut, kami yakin karakter masyarakat akan terjaga karena didalamnya terkandung nilai-nilai tradisi dan agama yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Perhubungan Pariwisata dan Informatika, Sastrawan A Rani mengatakan, festival tersebut diikuti 17 kelompok peserta yang terdiri dari seni campak dua peserta, seni dambus enam peserta, seni rudat tiga peserta dan seni rebana enam peserta yang berasal dari Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Parittiga, Kelapa dan Tempilang.

Pemenang festival yang dilaksanakan selama satu hari tersebut, berhak mewakili Kabupaten Bangka Barat dalam festival serupa yang akan dilaksanakan di tingkat Provinsi.

Ia mengatakan, kegiatan agenda tahunan Dishubparinfo Bangka Barat tersebut, selain untuk mencari wakil ke tingkat provinsi, juga merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kesenian daerah dalam bidang tari.

"Selain mencari satu pemenang, kami juga ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu agenda kepariwisataan yang kedepannya dapat menjadi agenda kesenian yang potensial meningkatkan jumlah wisatawan datang ke daerah ini," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan festival campak, dambus, rudat dan dambus tersebut sudah dilaksanakan beberapa kali, namun belum ada peningkatan peserta yang signifikan karena minat masyarakat melestarikan seni daerah tersebut masih cukup minim dan didominasi generasi tua.

"Kami mengharapkan semakin banyak dibuka sanggar seni di Bangka Barat, agar kesenian asli tetap terjaga sehingga kegiatan kesenian bisa berjalan dan semakin diminati berbagai kalangan," katanya.

Dengan berkembangnya sanggar-sanggar seni, katanya, berpotensi untuk meningkatkan animo masyarakat untuk melestarikan budaya asli daerah yang semakin ditinggalkan kawula muda.

Menurut dia, pemerintah akan terus mendorong masyarakat untuk berkreasi di bidang kesenian agar seni dan budaya warisan nenek moyang tetap terjaga karena seni budaya tersebut memiliki nilai-nilai positif.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News