GUBERNUR: KONFLIK AGAMA PENGHAMBAT PEMBANGUNAN

         Pangkalanbaru, Bangka Tengah, 22/5 (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eko Maulana Ali mengatakan konflik agama hanya akan menjadi penghambat pembangunan.

        "Konflik agama hanya akan menghambat pembangunan daerah dan memberikan warisan buruk pada anak cucu kita, oleh karena itu mari kita taburi warisan untuk anak cucu kita di tanah Bangka Belitung ini dengan kerukunan agar mereka bisa meniru," kata Gubernur Eko dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Antisipasi Konflik dalam Kerukunan Umat Beragama di Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa.

        Gubernur menegaskan, guna mengatasi konflik agama hendaknya masyarakat mengembalikannya ke empat pilar kebangsaan yakni; Pancasila, Undang-undang Dasar 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

        "Penyelesaian konflik agama tidak bisa dilepaskan dari empat pilar tersebut karena sejak Negara ini berdiri, 'founding fathers' kita telah meletakkan nilai-nilai yang mengharuskan kita untuk bersatu, tanpa persatuan demokrasi tidak akan jalan," kata dia.

        Gubernur tidak memungkiri jika isu agama adalah faktor yang paling sensitif dan dapat memicu konflik.

        "Seperti yang kita tahu masyarakat kita sangat kompleks dan majemuk, namun saya mengimbau agar perbedaan tersebut tidak dibesar-besarkan dan dijadikan potensi untuk maju," kata dia.

        Mengenai potensi konflik antaragama di Babel, Gubernur mengatakan hal tersebut selalu ada.

        "Potensi konflik yang terkait kerukunan antarumat beragama di Babel bersifat laten dan selalu ada, oleh karena itu kita harus waspada," kata dia.

        Meski begitu Gubernur lebih mengkhawatirkan konflik antaragama di Babel yang dipicu oleh pihak-pihak dari luar Babel.

        "Pada dasarnya kita adalah masyarakat yang majemuk sehingga rentan konflik, tapi selama ini kita rukun dan saling menghargai orang yang mau ke Gereja silakan, yang ke Tepekong silakan, tapi yang dikhawatirkan adalah unsur dari luar yang iri melihat kerukunan kita," kata dia.

        Keirian tersebut, menurut Gubernur dapat menyebabkan daerah Babel tidak aman dan tidak maju sehingga orang-orang tidak mau datang ke Babel.

        "Orang banyak yang iri kalau lihat sebuah keluarga yang harmonis lalu menimbulkan friksi-friksi yang dapat menyebarkan konflik, oleh karena itu mari perkuat persatuan untuk bersama-sama satu pikiran menciptakan perdamaian di tanah Babel," kata dia.

        Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Antisipasi Konflik dalam Kerukunan Umat Beragama yang dilaksanakan di Hotel Novotel Pangkalanbaru, Bangka Tengah tersebut adalah wahana dialog bagi Pemerintah Provinsi dan tujuh Kabupaten di Babel beserta masyarakat agama yang diwakili oleh Front Komunikasi Beragama (FKB) di tujuh wilayah Kabupaten.

        Dialog dibuka dengan tujuan mewujudkan ketenteraman dan ketertiban di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara