HARGA BAHAN BANGUNAN DI BANGKA BARAT STABIL

          Muntok, Bangka Barat, 28/4 (ANTARA) - Harga bahan bangunan di Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung stabil seiring lancarnya pasokan dari Pulau Sumatera dan Pangkalpinang.

         Petugas Survei Harga pada Disperindagkop dan UKM Bangka Barat Andi Hamzah pada Sabtu menyatakan,  permintaan bahan bangunan cenderung stabil bahkan ada sedikit penurunan seiring lesunya pasar komoditas lokal seperti karet, lada dan belum stabilnya harga timah di daerah itu.

         Ia menjelaskan, harga besi banci diameter 6mm Rp17.000,- per batang, diameter 8mm Rp37.500,- per batang, diameter 10mm Rp65.000,- per batang dan diameter 12mm Rp90.000,- per batang.

         Besi ukuran "full" diameter 6mm dijual dengan harga Rp29.000,- per batang, diameter 8mm harga Rp47.000,- per batang, diameter 10mm harga Rp67.000,- dan diameter 12mm harga mencapai Rp94.333,- per batang.

         "Harga semen juga masih bertahan, merk Holcim harga Rp69.000,- per zak, merk tiga roda Rp68.000,- per zak, sedangkan untuk harga batu bata merah Rp1.700,- per batang, harga batako Rp1.555,- per batang," ujarnya.

         Ia mengatakan, harga bahan bangunan tersebut lebih tinggi dibanding harga di Kota Pangkalpinang karena distribusi bahan bangunan sebagian besar dipasok dari Kota Pangkalpinang.

         "Distributor menaikkan harga di Bangka Barat karena faktor transportasi yang cukup jauh dari Pangkalpinang dengan jarak sekitar 130 kilometer," ujarnya.

         Harga bahan bangunan di Bangka Barat cukup tinggi dibandingkan di Pulau Jawa dan Sumatera karena dipengaruhi biaya transportasi kapal laut dari daerah asal Bangka Barat yang cukup tinggi.

         "Permintaan bahan bangunan dan kebutuhan pokok lainnya akan mengalami peningkatan jika harga komoditas unggulan daerah itu seperti karet, lada dan hasil pertambangan bijih timah kembali normal," katanya.

         Masyarakat Babel selama ini dikenal masyarakat konsumtif dan  apa saja barang baru yang beredar di pasar dibeli karena mereka mudah mendapatkan uang pada saat harga karet, timah dan lada tinggi.

         "Kami prediksi harga bahan bangunan akan bertahan di posisi tersebut karena tidak ada kendala transportasi distribusi selama ini," ujarnya.

         Sementara itu, Yono (37), seorang pemborong bangunan di Muntok mengatakan, tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan bangunan seperti semen, pasir, besi, asbes dan kebutuhan lainnya karena stok barang bangunan di tingkat distributor dan toko bangunan masih mencukupi.

         "Selama ini tidak pernah kesulitan mendapatkan bahan bangunan yang kami butuhkan karena stok di toko dan distributor masih banyak meskipun ada sedikit kenaikan harga pada barang tertentu namun masih dalam batas kewajaran dan tidak memberatkan konsumen," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News

Berita

07/12/2017 | PPID Kab. Bangka Barat
07/12/2017 | PPID Kab.Bangka Barat
06/12/2017 | PPID Kab.Bangka Barat
06/12/2017 | PPID Kab.Bangka Barat
06/12/2017 | Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Bangka Barat
05/12/2017 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol Bangka Barat
02/12/2017 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol Bangka Barat
30/11/2017 | Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Bangka Barat
30/11/2017 | Komunikasi dan Informatika Bangka Barat