HATTA: TIMOR LESTE TAWARKAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN

             Jakarta, 1/5 (ANTARA) - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah Timor Leste menawarkan kerjasama pengembangan kawasan perbatasan untuk pembangunan infrastruktur, energi, minyak dan gas, transportasi laut dan darat, pertanian dan perikanan.

            "Pemerintah Timor Leste mengusulkan dibentuknya 'Development of Regional Integrated Economic Approach' di daerah perbatasan antara Timor Leste dan provinsi Nusa Tenggara Timur," ujarnya ketika menjelaskan pokok pembicaraan kunjungan kerja Menteri Ekonomi dan Pembangunan Timor Leste di Jakarta, Selasa.

            Dalam kunjungan tersebut Menteri Ekonomi dan Pembangunan Timor Leste, Joao Mendez Goncalves didampingi Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Manuel Serano beserta rombongan pengusaha UKM.

            Untuk itu, Hatta mengatakan pemerintah Timor Leste mengusulkan dibentuknya Gugus Tugas di tingkat teknis yang bertugas untuk melakukan studi pengembangan konsep pembentukan dan implementasi dari rencana tersebut.

            "Pemerintah Timor Leste ingin meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral yang saat ini telah terjalin baik," katanya.

            Dengan adanya kerjasama ini, Hatta mengharapkan ekspor Indonesia ke beberapa negara yang menerapkan tarif nol persen dapat dilakukan melalui Timor Leste.

            Namun, Hatta belum mengumumkan besaran nilai investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan tersebut.

            Selain itu, pemerintah Timor Leste juga memberikan apresiasi atas program capacity buliding yang diberikan Indonesia dalam bidang koperasi dan UKM, serta perencanaan, pengawasan keuangan dan pembangunan, lingkungan hidup serta perbankan.

            "Pemerintah Timor Leste mengucapkan terima kasih atas program yang selama ini telah diberikan Indonesia," ujar Hatta.

            Saat ini, total nilai perdagangan kedua negara dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren sebesar 109,36 persen. Pada 2011, total perdagangan Indonesia-Timor Leste mencapai 221,52 juta dolar AS.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News