IIBF: INDUSTRI TIDAK HARUS KREATIF

         Pangkalpinang, 28/5 (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Indonesia Islamic Business Forum (IIBF), Aswandi As'an menyatakan industri tidak harus kreatif guna mendorong perekonomian Bangsa terkait dengan terjadinya krisis Eropa.

        "Masyarakat sering salah paham bahwa industri haruslah kreatif maka mereka pusing-pusing mencari ide untuk memproduksi sesuatu yang kreatif," kata Aswandi di Pangkalpinang, Minggu (27/5).

        Aswandi mengatakan, guna menggalakkan pertumbuhan kewirausahaan di dalam negeri, maka hendaknya dimulai dari ide-ide sederhana namun menjadi kebutuhan utama masyarakat.

        "Mulai dari hal-hal kecil misalnya peniti yang rasanya sepele tapi selalu dicari orang, kita lihat kalau di pameran-pameran negara-negara seperti Thailand yang dibawa hanya beras, Malaysia membawa kopi, kalau kita sering terjebak dengan kata 'kreatif' itu maka kadang-kadang membawa misalnya Angklung, berapa banyak orang yang butuh Angklung setiap hari?" paparnya.

        Aswandi menilai jumlah pengusaha di Indonesia masih jauh dari ideal oleh karena itu perlu kebijakan khusus dari Pemerintah guna menumbuhsuburkan kewirausahaan dalam negeri.

        "Idealnya dua persen dari jumlah penduduk adalah pengusaha, tapi di kita baru ada 0,18 pengusaha, oleh karena itu perekonomian kita rasanya tidak bergerak," kata dia.

        Salah satu hal yang menghambat perkembangan kewirausahaan dalam negeri, menurut Aswandi adalah kurangnya apresiasi dari konsumen dalam negeri.

        "Masyarakat kita masih belum terbiasa membeli produk dalam negeri, mereka masih belum paham kalau membeli produk dalam negeri berarti ikut berpartisipasi dalam pembangunan Bangsa, oleh karena itu hendaknya Pemerintah lebih giat mengedukasi masyarakat soal ini," kata dia.

        Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan kunci kesuksesan perekonomian Indonesia adalah peran pengusaha.

        Menteri mengatakan pentingnya menggalakkan wiraswasta di dalam negeri, khususnya di tengah krisis yang terjadi saat ini karena wiraswasta dapat menekan angka pengangguran di dalam negeri dan mendorong perekonomian menjadi lebih maju,
   Menteri juga memaparkan wiraswasta merupakan tipe orang-orang yang memiliki jiwa pencari "opportunity" atau peluang dan mampu berperang serta berinovasi, mereka harus mampu mengelola sumber daya, mulai dari bentuk mentah hingga menjadi barang jadi siap jual.

        Oleh karena itu, Menteri mengimbau agar setiap perguruan tinggi memasukkan kurikulum seputar wirausaha sehingga angka pengangguran dan kemiskinan dapat terus berkurang.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara