INDONESIA PERLU TAMBAHAN DUA PABRIK SEMEN

         Jakarta, 22/5 (ANTARA) - Indonesia memerlukan tambahan dua pabrik semen untuk meningkatkan pertumbuhan industri semen nasional sebesar 10 persen.

        "Hingga akhir tahun, diperkirakan industri semen tumbuh 10 persen dan harus ada dua pabrik semen baru yang mempunyai kapasitas 2,5 juta ton per tahun untuk menopang pertumbuhan itu," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto di Jakarta, Selasa.

        Menurut Panggah, saat ini industri dalam negeri masih kekurangan pasokan semen. Untuk itu, pemerintah mengambil opsi mengimpor semen dari Malaysia untuk menutupi defisit pasokan semen.

       Impor bahan baku semen seperti 'klinker' mencapai 848 ribu ton dan impor semen dari Lafarge, Malaysia, sekitar 1 juta ton, tambahnya, hal itu  untuk menutupi tidak maksimalnya produksi pabrik semen Lafarge di Aceh.

       Lebih lanjut Panggah mengatakan impor dari Lafarge akan berakhir pada tahun ini seiring dengan penambahan dua pabrik semen di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

       Impor semen, tambahnya,  hanya di 2012 dan pada Mei 2012 akan diresmikan pabrik PT Semen Gresik, Jawa Timur, dengan investasi 420 juta dolar AS berkapasitas 2,5 juta ton.

        Di Sulawesi Selatan akan dibangun pabrik PT Semen Tonasa Makassar, Sulawesi Selatan, dan modal yang ditanamkan sekitar 375 juta dolar AS dan kapasitasnya 2,5 juta ton.

        Panggah menambahkan dibutuhkan waktu 30 bulan untuk mendirikan pabrik semen di Indonesia.

        "Normalnya, pembangunan pabrik semen sekitar 2,5 tahun dan setelah itu pabrik baru bisa beroperasi," katanya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara