INDONESIA SIAP PASOK CINA SARANG BURUNG WALET

         Jakarta, 1/5 (ANTARA) - Indonesia siap memasok secara langsung komoditas sarang burung walet ke Cina setelah selama ini harus melalui pasar gelap di Malaysia.

        Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Selasa menyatakan, dari hasil kunjungannya ke Cina beberapa waktu lalu disepakati kedua negara siap melakukan perdagangan langsung sarang burung walet tersebut.

        "Saat ini kita (pemerintah RI-Cina) sedang menyusun standarisasi yang dijadikan standar bersama Indonesia-Cina. Sekarang sedang dibahas secara teknisnya," katanya.

        Mentan mengakui, selama ini memang belum ada peraturan secara khusus mengenai perdagangan sarang burung walet antara Indonesia-Cina sehingga dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin mencari kemudahan meskipun tanpa ada jaminan mutu.

        "Mereka menggunakan cara yang cepat meskipun melewati pihak ketiga (Malaysia)," katanya.

        Sementara itu Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini menyatakan, dengan adanya aturan nantinya eksportir akan teregistrasi sehingga bisa ditelusuri jika produk yang diperdagangkan tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

        "Jika ada keluhan konsumen maka bisa jelas kemana penelusurannya," katanya.

        Potensi ekonomi sarang burung walet, lanjutnya, sangat tinggi karena harga di pasar gelap saja mencapai Rp5 juta per kilogram, sedangkan harga normal mencapai Rp37 juta/kg.

        Saat ini ekspor sarang burung walet Indonesia ke Cina sekitar 200 ribu ton per tahun, lanjut Suswono, sedangkan potensi produksinya diperkirakan dua kali lipat atau 400 ribu ton.

        Ekspor sarang burung walet Indonesia, tambahnya, 90 persen dengan tujuan pasar Cina sedangkan sisanya ke negara lain seperti AS.

        "Bahkan 80 persen sarang burung walet yang beredar di Malaysia berasal dari Indonesia," katanya.

        Sentra produksi sarang burung walet di Indonesia hampir menyebar di seluruh daerah namun saat ini diperkirakan banyak di dominasi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News