INVESTASI INDUSTRI BANGKA BARAT TERKENDALA KRISIS LISTRIK

Muntok, Bangka Barat, 6/3 (ANTARA) - Pengembangan investasi sektor industri di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, selama ini tidak mengalami peningkatan karena terkendala krisis energi listrik di daerah itu.
 
"Investor pasti akan berpikir ulang bahkan banyak yang menunda niatnya berinvestasi di Bangka Barat karena krisis listrik, akibatnya perekonomian daerah tidak banyak meningkat," ujar Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Bangka barat, Abdullah Aidid di Muntok, Selasa.
 
Selain minim ketersediaan listrik, katanya, daerah tersebut juga kurang adanya infrastruktur pendukung lainnya seperti jalan, air bersih, transportasi dan sarana lainnya. Aidid meminta PLN segera memulai pembangunan PLTU yang rencananya dibangun di kawasan Batu Rakit, Muntok untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal sekaligus memberi jawaban kepada para investor mengenai keterbatasan listrik di daerah itu. "Pada intinya ketersediaan energi menjadi salah satu unsur penting untuk meningkatkan animo investor berinvestasi, setelah listrik cukup sambil jalan bisa dikembangkan sarana pendukung lainnya," ujarnya. Ia mencontohkan, PT Wilmar yang berminat menanamkan modal membangun tangki timbun minyak sawit mentah (CPO) di rencana lokasi kawasan industri terpadu Muntok, namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda kelanjutannya padahal Bangka Barat memiliki potensi komoditas sawit cukup tinggi seiring luasnya lahan perkebunan sawit.
 
Ia mengatakan, selain PT Wilmar menurut rencana di kawasan industri tersebut juga akan dibangun pelabuhan batu bara namun juga belum ada kemajuan berarti dalam rencana pembangunannya di kawasan Pantai Tanjung Ular, Muntok tersebut.
 
"Dengan masuknya berbagai perusahaan besar mengembangkan industrinya di Bangka Barat, diharapkan dapat memacu perkembangan perekonomian daerah, ketersediaan banyak lapangan kerja dan produksi komoditas unggulan daerah tidak lepas begitu saja ke luar daerah tanpa ada nilai tambah sedikit pun," ujarnya.
 
Ia mengatakan, Bangka Barat perlu industri pengolahan bahan komoditas unggulan daerah seperti lada, karet, hasil tambang, sawit dan lainnya sehingga daerah itu mendapatkan banyak manfaat dengan kehadiran industri besar di daerah itu.
 
Selain untuk kepentingan pembangunan industri besar, katanya, ketersediaan listrik juga memiliki peran untuk meningkatkan geliat para pelaku usaha industri kecil dan usaha mikro lain dalam mengembangkan usaha, karena selama ini banyak sektor usaha kecil mengandalkan pasokan energi dari PLN.
 
"Kami berupaya berkoordinasi dengan PLN untuk segera membangun kebutuhan PLTU untuk menambah geliat para pelaku industri besar dan kecil yang menjadi skala prioritas pengembangan Bangka Barat menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera," ujarnya.    

 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News