INVESTOR MASIH ENGGAN KEMBANGKAN PARIWISATA BANGKA BARAT

        Muntok, Bangka Barat, 14/6 (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Infomatika Bangka Barat, Yanuar, mengungkapkan sampai saat ini investor masih enggan mengembangkan sektor pariwisata daerah itu.

         "Seluruh obyek wisata alam masih polos dan butuh sentuhan kreatif pihak swasta dan pelaku wisata lain, dengan harapan memiliki daya jual dan mampu bersaing dengan daerah lain," kata dia di Muntok, Kamis.

         Ia mengatakan, beberapa waktu lalu ada investor yang menghubunginya dan berniat membangun sarana bermain, namun sampai saat ini belum ada perkembangan kelanjutan rencana tersebut.

         Menurut dia, sektor pariwisata di Bangka Barat memiliki potensi untuk berkembang karena daerah itu berada pada posisi strategis yaitu sebagai pintu gerbang bagian barat Provinsi Bangka Belitung dan sangat dekat dengan Pulau Sumatera.

         "Ke depan jika Pelabuhan Tanjung Apiapi sudah beroperasi, perjalanan lewat laut dari Palembang sampai Muntok, Bangka Barat hanya sekitar satu jam, hal ini tentu akan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Bangka Barat," ujarnya.

         Untuk obyek wisata sejarah, kata dia, saat ini Pemkab sedang berupaya memperbaiki Pesanggrahan Menumbing yang dijadikan ikon pariwisata Bangka Barat agar semakin layak untuk dikunjungi wisatawan.

         "Berbagai fasilitas sedang kami bangun di Menumbing, dan diharapkan pada akhir 2012 semuanya sudah selesai dikerjakan agar pada awal 2013 siap dikunjungi wisatawan yang datang ke tempat itu," ujarnya.

         Ia mengatakan, untuk tahun ini pihaknya mengaku belum siap 'menjual' obyek wisata yang ada karena masih dalam tahap persiapan dan perbaikan sehingga belum ada program promosi, namun setelah ikon Bangka Barat tersebut selesai diperbaiki tentu akan ada strategi lain untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

         Dengan adanya peningkatan jumlah wisatawan, kata dia, diharapkan pelaku wisata luar daerah mau berinvestasi di Bangka Barat untuk meningkatkan geliat pariwisata di daerah itu.

         "Ada banyak potensi untuk dikembangkan seperti arena bermain air, wisata agro, wisata keluarga, wisata kuliner hutan kota yang bisa dikembangkan di Bangka Barat, selain wisata sejarah yang diharapkan menjadi andalan," katanya.

         Selain itu, kata dia, rencana dibangunnya jembatan yang menghubungkan Tanjung Ru-Belinyu juga membawa dampak positif untuk perkembangan Bangka Barat, khususnya Kecamatan Parittiga.

         "Jika Pemprov jadi membangun jembatan tersebut, dapat dipasatikan warga Belinyu banyak yang datang ke Kecamatan Parittiga, Bangka Barat karena jarak Belinyu-Parittiga lebih dekat dibandingkan Belinyu-Sungailiat atau Belinyu-Pangkalpinang," ujarnya.

         Dengan potensi besar untk sektor pariwisata Bangaka Barat seperti itu, dia mengharapkan ke depan akan banyak investor yang berniat menanamkan modalnya di daerah itu sekaligus meningkatkan sektor pariwisata yang saat ini sudah mulai menggeliat. 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News