KADIN: INDONESIA MASIH KEKURANGAN TENAGA KERJA TERAMPIL

         Jakarta, 15/5 (ANTARA) - Indonesia masih kekurangan tenaga kerja terampil, kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia bidang Tenaga Kerja, Pendidikan, dan Kesehatan James T. Riady.

        "Proyeksi pertumbuhan Indonesia tetap di atas enam persen, hal itu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik sehingga permintaan akan tenaga kerja terampil tinggi," kata James dalam Sarasehan Nasional Tenaga Kerja yang diselenggarakan Bappenas di Jakarta, Selasa.

        Pekan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan I/2012 mencapai 6,3 persen secara tahunan (year on year) atau berada di bawah target pertumbuhan ekonomi 2012 yang ditetapkan pemerintah yaitu 6,5 persen.

        "Saya kira pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen tersebut tidak menunjukkan akan ada pemutusan hubungan kerja, malah sebaliknya pasar properti Indonesia sangat diminati, yang seharusnya dilakukan tingga meningkatkan kualitas tenaga kerja," jelas James.

        James menilai bahwa Indonesia sudah masuk ke dalam negara berpendapatan menengah (middle income country) dengan pendapatan perkapita mendekati 4.000 dolar AS.

        "Namun hanya sedikit negara bependapatan menengah melaju menjadi negara maju, sehingga Indonesia butuh persiapan agar tumbuh berkelanjutan, kuncinya bukan tergantung pada sumber daya alam, melainkan pada sumber daya manusia," ungkap James.

        Namun kondisi SDM Indonesia saat ini masih kurang terlatih dan akhirnya hanya mendapat upah yang rendah.

        "Wajib sekolah 12 tahun harus segera diimplementasikan agar generasi muda semakin banyak yang dapat masuk universitas dan semakin terampil, Kadin juga membantu melalu program sertifikasi agar pekerja di sektor informal masuk ke sektor formal," tambah James.

        Ia menambahkan bahwa setidaknya penyerapan tenaga kerja di sektor industri seharusnya mencapai 40 persen, saat ini baru 24 persen tenaga kerja yang terserap dalam industri.

        Ketua Komisi Tetap Kebijakan Pendidikan dan SDM KADIN Indonesia Suharyadi dalam acara yang sama mengungkapkan bahwa salah satu sebab penangguran adalah rendahnya minat berwirausaha masyarakat Indonesia.

        "Kita masih mengalami masalah rendahnya jiwa wirausahawan yaitu hanya 3,39 persen dari jumlah pekerja, 57 persen wiraswasta saat ini pendidikannya hanya SD dan SMP sehingga kurang dapat bersaing dalam pasar global," kata Suharyadi.

        Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengungkapkan bahwa pengangguran kaum muda Indonesia masih tinggi yaitu 4,2 juta orang atau 19,99 persen dari total penganggur terbuka pada 2011.

        "Sekitar 50 persen dari penganggur usia muda itu hanya tamat SD dan SMP, artinya berpendidikan rendah padahal pelaku usaha kerap mengeluhkan kurangnya tenaga kerja," kata Armida.

        Untuk dapat mengatasi hal tersebut, pemerintah bersama Kadin berupaya memberikan pelatihan sertifikasi tenaga kerja.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News