Kadin: Kebijakan Ekspor Gas Adalah Keliru

 Jakarta, 3/5 (ANTARA) - Hingga saat ini, pemerintah belum mampu memenuhi pasokan gas untuk sektor industri dalam negeri, karena lebih mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

        "Kebijakan mengekspor gas merupakan tindakan keliru yang dilakukan oleh pemerintah," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Suryo Bambang Sulisto di Jakarta, Kamis.

        Suryo menilai pemerintah mengambil langkah yang salah dengan lebih banyak mengekspor gas, karena langkah ini justru akan melemahkan industri di dalam negeri.  
   "Pemerintah tidak mungkin membeli gas secara impor karena harganya relatif mahal," ujarnya.

        Lebih lanjut Suryo berpendapat bahwa kurangnya keberpihakan pemerintah terhadap industri nasional mengakibatkan industri nasional kurang bisa bersaing dan cenderung merugi.

        "Jumlah suplai gas sering berfluktuasi, kadang berkurang, kadang berlebih dan bahkan kerap terhenti sama sekali. Akibatnya, banyak perusahaan yang terpaksa mengalihkan sumber pasokan mereka ke batubara yang lebih boros dan tidak hemat lingkungan," paparnya.

        Ia menambahkan, pasokan gas yang minim akan melemahkan laju investasi dan menghambat penyerapan tenaga kerja.

        "Selama ini ekonomi Indonesia terbukti memang bisa bertumbuh dalam situasi krisis. Tetapi apa artinya ekonomi tumbuh 7 persen sampai 8 persen seperti yang ditargetkan pemerintah jika itu tidak berkualitas atau memberi efek bagi masyarakat luas," tuturnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
ANTARANEWS