KADINAS ESDM: BELUM SEMUA PERUSAHAAN TERAPKAN K3

          Muntok, Bangka Barat, 2/5 (ANTARA) - Belum semua perusahaan di  Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai aturan, kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral setempat Chairul Amri Rani.

         "Keselamatan dan kesehatan kerja wajib dilaksanakan oleh setiap perusahaan pertambangan di darat dan laut, termasuk kapal isap produksi, namun kenyataannya masih banyak yang menyepelekan hal tersebut" katanya di Muntok, Rabu.

         Ia menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan, pengawasan, dan perlindungan terhadap seluruh masyarakat yang melakukan aktivitas penambangan sesuai aturan yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati.

         Dalam teknis pelaksanaan aturan tersebut, kata dia, Bupati sebagai Kepala Daerah sesuai kewenangannya diwajibkan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan usaha pertambangan yang dilakukan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

         "Kami ingin pelaksanaan K3 ditegakkan karena secara jelas sudah diatur dalam tiga kekuatan hukum tersebut," ujarnya.

         Ia mencontohkan, kewajiban pelaksanaan K3 skala kecil namun sering dilupakan para pemilk perusahaan seperti ketersediaan kotak P3K di tempat pekerja beraktivitas. Secara aturan hal tersebut sudah salah, namun kadang tidak dihiraukan pengusaha.

         Selain itu, contoh lainnya seperti pekerjanya tidak mengenakan sepatu, topi, sarung tangan, dan perengkapan keselamatan lainnya, hal-hal kecil seperti ini sebenarnya tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal bagi para pekerja.

         "Hal-hal sepele seperti ini seharusnya sudah diketahui pemilik usaha, namun pada kenyataannya di lapangan mereka tetap tidak menghiraukannya," ujarnya.

         Ia mengatakan, pihaknya akan berupaya bertindak tegas terhadap pihak perusahaan, baik perusahaan pertambangan di darat maupun laut serta perusahaan perkebunan di seluruh Bangka Barat.

         Menurut dia, perusahaan pertambangan merupakan perusahaan yang memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi sehingga K3 harus diterapkan dan diawasi lebih serius untuk menekan kecelakaan kerja.

          "Dengan diterapkannya K3 sesuai ketentuan, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas para pekerja karena mereka merasa aman dan nyaman saat bekerja dan tentunya akan berdampak positif pada perkembangan perusahaan," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News