KAPOLRES: IZIN PENGGUNAAN SENJATA API KETAT

 

    Muntok, (Antara) - Kepala Polisi Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung mengungkapkan pengajuan izin penggunaan senjata api harus melalui prosedur ketat agar tidak terjadi penyalahgunaannya.
    "Pengajuan penggunaan senjata api harus melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta harus lulus dalam tes psikologi," ujar Kapolres Bangka Barat AKBP Djoko Purnomo melalui Kabag Sumda AKP Thamrin H Z di Muntok, Selasa.
    Selain ketatnya izin penggunaan senjata api, kata dia, senjata api juga harus melalui pemeriksaan rutin untuk mengetahui kelayakan fisik senjata tersebut.
    "Prosedur pemeriksaan rutin tetap kami lakukan, seperti yang kami laksanakan pada Selasa (10/9) pagi yang dilakukan Bagian Sumda dan Seksi Propam di Mapolres setempat," kata dia.
    Pada pemeriksaan senjata api tersebut, kata dia, Polres setempat memiliki 51 unit senjata api yang ada di Polres Bangka Barat maupun Polsek-polsek jajaran.
    Ia mengatakan, pemeriksaan rutin tersebut dilakukan di halaman Mapolres Bangka Barat dan disaksikan oleh para pejabat Polres.
    Dalam kegiatan pemeriksaan senjata api tersebut, kata dia, terdapat 44 unit senjata pendek dan tujuh unit senjata laras panjang yang diperiksa.
    "Pemeriksaan kami lakukan meliputi kondisi fisik senjata api, amunisi dan surat izin penggunaan senjata dinas itu sendiri," kata dia.
    Selain itu, kata dia, dalam kegiatan itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap masa berlaku dan tes psikologi pengguna senjata api.
    "Bagi yang akan habis atau telah lewat masa berlakunya, senpi yang digunakan akan ditarik kembali," kata dia.
    Kapolres Djoko Purnomo menerangkan, pemeriksaan senjata api tersebut merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk mengecek kondisi senjata dinas yang digunakan oleh anggota.
    "Kami harapkan kondisi fisik senjata tetap dalam keadaan baik dan siap digunakan kapan saja," kata dia.

Oleh Donatus Dasapurna Putranta

Sumber: 
AntaraNews