KARUTAN NYATAKAN SEORANG NAPI MASIH BURON

          Muntok, Bangka Barat, 22/5 (ANTARA) - Kepala Rutan Muntok, Provinsi Bangka Belitung FX Yuli Purwanto menyatakan hingga saat ini seorang narapidana yang berhasil kabur sejak Kamis (17/5) yaitu Johan (36) masih buron.

         "Kami telah mengerahkan tim untuk pencarian Johan dengan melibatkan Petugas Rutan Muntok bersama Tim Buser Polsek Muntok, Polres Bangka Barat dan anggota TNI," ujarnya di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan, Johan napi Rutan Muntok yang kabur dengan cara menyerangan petugas keamanan juga diduga merupakan otak pemberontakan yang dilakukan bersama empat orang napi lainnya terdiri dari Suwoto, Buchori, Yanto dan Hadinata.

         Sampai saat ini kami masih melakukan penyisiran di berbagai tempat yang diduga sebagai tempat persembunyian Johan dalam pelariannya," ujarnya.

         Berdasarkan data, Johan berasal dari Palembang masuk Rutan Muntok pada 9 Desember 2011 karena terjerat kasus narkoba, diputus 5 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsider 5 bulan.

         Menurut dia, tim pencarian Johan sampai saat inimasih bergerak dan melakukan penyisiran di tempat-tempat yang diduga sebagai tempat persembunyiannya.

         "Kami terus berupaya melakukan pencarian, hingga saat ini masih kami buru," ujarnya.

         Sementara itu, dua napi yang dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih intensif di RSUD Pangkalpinang yaitu Suwoto dan Buchori yang mengalami luka cukup serius karena berkelahi dengan petugas dibantu warga Muntok saat berusaha kabur dari Rutan Muntok, kini kondisinya telah membaik.

         Ia mengatakan, proses pemindahan dua napi yang sempat melakukan penyerangan terhadap petugas keamanan Rutan Muntok tersebut sudah resmi dilakukan melalui serah terima dengan Lapas Pangkalpinang setelah kejadian.

         Hal ini disampaikan Yuli Purwanto terkait kejadian pemberontakan napi di Rutan Muntok pada Kamis (17/5) pagi yang dilakukan sebanyak lima napi yang berusaha melarikan diri dengan cara menyerang petugas jaga yang kebetulan hanya berjumlah lima orang karena hari libur.

         Kesiapan jumlah petugas tidak sebanding dengan kekuatan napi yang ingin kabur sehingga dalam peristiwa tersebut empat napi sempat berhasil keluar dari rutan yaitu Johan, Suwoto, Yanto dan Hadinata, sementara Buchori belum sempat keluar Rutan karena dapat diamankan petugas dibantu para napi lain di dalam Rutan.

         Johan dapat kabur dan sampai sekarang masih buron, sementara Yanto yang meloloskan diri melalui atap Rutan namun terjatuh dan langsung meninggal dunia kini sudah dimakamkan di Toboali, Bangka Selatan, sementara Hadinata berhasil ditangkap di luar Rutan Muntok dan terlibat perkelahian dengan warga yang membantu proses penangkapan, mengalami luka cukup parah dan sempat mendapatkan perawatan di dalam rutan namun akhirnya meninggal dunia.

         Sementara itu, Buchori dan Suwoto pada saat kejadian mengalami luka-luka cukup parah dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Bangka Barat, akhirnya harus dirujuk ke RSUD Pangkalpinang karena tim dokter RSUD Bangka Barat tidak sanggup merawat luka yang diderita ke dua napi tersebut.

         "Kondisi Suwoto dan Buchori telah membaik dan sudah keluar dari RSUD Pangkalpinang, saat keluar keduanya langsung dipindahkan ke Lapas Tuatunu, Pangkalpinang," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara