KEMENDAGRI TEMUKAN 90 RIBU E-KTP GANDA

         Jakarta, 30/4 (ANTARA) - Kementerian Dalam Negeri menemukan sebanyak 90 ribu identitas ganda  dari 71,2 juta wajib Kartu Tanda Penduduk elektronik secara nasional.

        Temuan tersebut diperoleh dari hasil pelaksanaan perekaman data e-KTP di seluruh Indonesia.

        "KTP ganda tersebut ditemukan saat sidik jari pemiliknya diverifikasi dan ternyata sudah terdaftar di daerah lain. Untuk itu, pemilik e-KTP ganda tersebut diminta memilih salah satu dari tempat dia mendaftarkan diri," kata Mendagri Gamawan Fauzi kepada wartawan, Senin.

        Ia mengatakan, dalam pelaksanaan perekaman data e-KTP, masih  ada warga yang mencoba untuk mengurus  e-KTP ganda. Namun, niat tidak baik tersebut digagalkan. E-KTP menggunakan sidik jari yang tidak mungkin dipalsukan.

        "Semuanya sudah terintegrasi dengan sidik jari. Saat warga diverifikasi dengan sidik jari, maka akan terlihat apakah ia terdaftar di satu daerah atau ganda. Kalau ditemukan ganda, dia harus memilih salah satunya," katanya.

       Gamawan menegaskan, Kemendagri menargetkan  wajib e-KTP di Indonesia,  sebanyak 172 juta orang. Hingga hari ini, data e-KTP secara nasional yang berhasil terekam sebanyak 71,2 juta.

        "E-KTP ganda itu sudah kami selesaikan. Mereka diminta untuk memilih terdaftar dimana. Biasanya kami meminta untuk memilih tempat dia berdomisili. Inilah kecanggihan sistem kami. Melalui finger prints maka tidak akan ada lagi warga yang memiliki KTP ganda," katanya.

        Ia menambahkan, pengalaman serupa pernah dialami saat Kemendagri melakukan penerapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara nasional.

        Dari total jumlah penduduk Indonesia, ditemukan sekitar  7 juta data ganda, hingga sekarang sudah terselesaikan sebanyak 5 juta, sedangkan 2 juta lagi sedang diselesaikan.

        "Jakarta paling banyak mempunyai peluang terjadi hal seperti itu. Karena Jakarta berbatasan dengan kota-kota mitra seperti Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor dan lainnya," katanya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News