KEMENPERIN: MASTERPLAN SEMBILAN KAWASAN INDUSTRI TUNTAS 2012

         Jakarta, 24/5 (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan masterplan sembilan kawasan industri selesai pada tahun ini.

      Direktur Jenderal Pengembangan dan Perwilayahan Industri Kemenperin, Dedi Mulyadi, di Jakarta, Kamis mengatakan, sembilan kawasan tersebut berlokasi di Siak dan Riau dipergunakan untuk industri penunjang migas, Boyolali, Jawa Tengah untuk industri tekstil kering (garmen), Sei Bamban, Sumatra Utara untuk hilirisasi karet, serta Bangka, Bangka Belitung untuk industri berbasis timah.

       Selain itu,  Majalengka, Jawa Barat untuk industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), Gresik, Jawa Timur untuk industri petrokimia berbasis gas, Bintuni, Papua (Tangguh) untuk industri petrokimia berbasis gas, Buli, Halmahera untuk industri ferronikel, serta Kulon Progo, Yogyakarta untuk industri besi dan baja,¿ kata
   Menurut Dedi, untuk Boyolali, lahan potensial yang bisa dimanfaatkan pada kawasan industri sekitar 272-300 hektare.  
   "Kawasan industri Boyolali difokuskan untuk industri tekstil kering (garmen) karena keterbatasan air di wilayah tersebut," ujarnya.

       Lebih lanjut Dedi menjelaskan beberapa perusahaan tekstil sudah membidik lokasi di kawasan tersebut karena beberapa industri TPT di kawasan Jabodetabek ingin merelokasi pabrik.

       "Kawasan tersebut dirancang untuk industri berbasis TPT terintegrasi, termasuk, menyiapkan infrastruktur dan fasilitas berupa pusat pelatihan dan inovasi serta menyerap 30.000 tenaga kerja baru," katanya.

        Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman mengatakan Boyolali dan Majalengka memang sesuai untuk industri TPT.

        Saat ini, industri TPT di Boyolali belum berada dalam satu kawasan yang terintegrasi. Boyolali cocok untuk industri garmen dan investor asal Korea Selatan sudah meninjau lokasinya," katanya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara