KEMENPORA DORONG PEMUDA BERPRESTASI WIRAUSAHA

         Jakarta, 30/4 (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga mendorong para pemuda berprestasi untuk mengembangkan jiwa wirausaha sehingga kelak bisa menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja sendiri.

        "Kami mendorong dan membina para pemuda yang memiliki jiwa wirausaha untuk terus mengembangkan diri agar kelak menjadi pengusaha mandiri," kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Yuli Mimpuni pada "coffee morning" di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Senin.

        Yuli menjelaskan, pembinaan para pemuda berprestasi wirausaha dengan jalan memberikan pelatihan dan memberikan bantuan modal untuk mengembangkan usahanya.

        Kendala utama wirausaha, menurut dia, adalah permodalan, pemasaran, dan manajemen, sehingga Kemenpora melakukan pembinaan kepada para pemuda yang memiliki kegiatan wirausaha untuk bisa mengatasi kendala tersebut.

        "Bantuan modal dan pelatihan dari merupakan program Kemenpora yang bersumber dari anggaran dekonsentrasi melalui Dinas Pemuda dan Olahraga di tingkat provinsi," katanya.

        Yuli mengakui, program pemuda wirausaha ini ada pada 21 kementerian dan lembaga sehingga Kemenpora lebih memfokuskan kepada pemuda berusia 16 hingga 32 tahun yang telah memiliki usaha.

         Melalui program ini, kata dia, diharapkan para pemuda bisa mandiri sebagai wirausaha sehingga tidak menggantungkan harapan sebagai pegawai negeri sipil (PNS), karena jumlah pertumbuhan pemuda dan formasi PNS sudah semakin tidak seimbang.

         Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Zubakhrum Tjenreng menjelaskan, untuk memotivasi para pemuda wirausaha agar berprestasi Kemenpora menyelenggarakan Anugerah dan Apresiasi Wirausaha Muda Terbaik setiap tahun.

         Pada 2011, sebanyak tiga pemuda terpilih sebagai penerima anugerah pertama, yakni Iie Hurairah asal DI Yogyakarta yang mengembangkan usaha batik dengan pewarna alam.

         Penerima anugerah kedua, Khaeili Nungki Hashifah dari DI Yogyakarta yang mengembangkan usaha batik bermotif kontemporer dan kemudian penerima anugerah ketiga, Andina Nabila Irvani dari DKI Jakarta yang mengembangkan usaha sepatu lukis.

         Zubakhrum menambahkan, para penerima anugerah mendapatkan bantuan modal dari Kemenpora. Penerima anugerah pertama, kedua, dan ketiga masing-masing menerima, penghargaan berupa piala, sertifikat, dan uang tunai.

         Untuk juara pertama mendapatkan Rp 30.000.000, peringkat II, Rp 25.000.000, peringkat III, Rp 20.000.000, dan juara harapan (3 orang) masing-masing Rp 15.000.000.

         Salah seorang penerima penghargaan, Andina Nabila mengatakan, dirinya merasa sangat terbantu oleh Kemenpora dalam mengembangkan usaha sepatu lukisnya.

         "Saya mendapat bantuan modal dari Kemenpora dan diberikan kesempatan mengikuti Expo di Malaysia pada 2010 dan di China pada 2011," katanya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News