KERUPUK IKAN SUMSEL MULAI DIEKSPOR

Palembang, 10/1 (ANTARA) - Kerupuk ikan, makanan khas Sumatera Selatan selain dipasok untuk memenuhi kebutuhan di beberapa daerah di Tanah Air, juga sebagian mulai dipasarkan ke luar negeri sehingga mampu menyumbang devisa ekspor nonmigas bagi provinsi tersebut.  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel H Eppy Mirza, di Palembang, Senin mengatakan bahwa nilai ekspor kerupuk ikan provinsi tersebut periode Januari-Oktober 2010 sebesar 2.900 dolar Amerika Serikat dengan volume sebanyak 200 kilogram. Dikatakannya, nilai ekspor kerupuk ikan tersebut jika dilihat dari data perolehan nilai devisa secara keseluruhan periode Januari-Oktober 2010, memang masih sangat kecil, tetapi sudah mampu menambah peningkatan nilai devisa ekspor nonmigas secara keseluruhan.

Ekspor nonmigas Sumsel secara keseluruhan periode Januari-Oktober 2010 menghasilkan devisa sebesar 2,818 miliar dolar AS. Kerupuk ikan termasuk komoditas penyumbang devisa peringkat ke-23 dari total 24 jenis komoditas yang ada. Menurut Eppy, selain kerupuk ikan, jenis makanan khas lain yang juga sudah dilakukan kegiatan ekspor adalah kerupuk udang. Ekspor kerupuk udang Sumsel periode Januari-Oktober 2010 tercatat menghasilkan devisa 4.006 dolar AS, dengan volume sebanyak 400 kilogram. Sementara pengusaha industri kecil rumah tangga yang khusus memproduksi makanan khas tersebut di kawasan 4 Ulu Laut, Palembang, menyebutkan bahwa kerupuk ikan adalah makanan renyah yang bahan bakunya dari tepung sagu dicampur dengan daging ikan yang sudah dihaluskan.

Demikian juga dengan kerupuk udang, hanya bedanya bahan baku selain tepung sagu juga dicampur dengan daging udang segar yang sudah dihaluskan. Setelah melalui proses dikukus dan dijemur sampai kering, krupuk digoreng sehingga siap disantap, kata pegawai usaha industri kecil rumah tangga itu.

Menurut dia, jenis makanan khas kerupuk ikan berbahan baku udang tersebut, termasuk dalam produk turunan "pempek" yang biasa dimanfaatkan warga sebagai makanan oleh-oleh untuk keluarga yang berada di luar kota.
Bedanya, kalau kerupuk mampu bertahan beberapa minggu tidak rusak dan tetap renyah dan gurih, tetapi kalau pempek hanya mampu bertahan paling lama tiga hari, katanya. Mengenai harga jual, menurut pedagang, bervariasi tergantung tingkat kesulitan membuat dan kualitas bahan baku yang utamanya adalah tepung sagu dan ikan/udang. Untuk yang sudah digoreng dan dikemas ke dalam kantong plastik, harganya antara Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. (T.M033) (T.M033/B/P004/P004) 10-01-2011 14:54:18 NNNN
Sumber: 
Antara