Keterangan resmi Jubir Covid 19 terkait berita beredar ada pasien positif pada puskesmas Sekarbiru.

Muntok, (19/04). Hari Senin siang ini tersebar berita percakapan pada WhatsApp masyarakat bahwa ada pasien positif di puskesmas Sekar  Biru karena telah dilakukan Rapid test dua kali hasilnya reaktif. Berita tersebut telah menyebar sehingga menimbulkan kepanikan masyarakat, oleh karenanya sekretaris Gugus covid 19, Sidarta, meminta kepada kepala Dinas Kominfo untuk secepatnya  dilakukan konferensi pers guna mengklarifikasi berita tersebut sehingga diharapkan tidak bertambah dan menimbulkan kepanikan yang lebih luas lagi.Maka dilaksanakanlah konferensi pers, Senin malam, di kantor satpol PP dan PB, dihadiri Dr.Hendra sebagai juru bicara covid 19, Sidarta selaku sekretaris gugus tugas covid 19, Muhammad Kaidi selaku Kadin Kominfo dan beberapa wartawan.

Menurut dr.Hendra berita yang beredar di WhatsApp tersebut adalah miss komunikasi dan mengandung berita yang menyesatkan.

Memang betul ada pasien di puskesmas Sekar Biru yang berinisial ID, yang baru seminggu melahirkan, datang ke puskesmas Sekar Biru dengan keluhan batuk, demam dan radang tenggorokan. Dikarenakan kepala puskesmas mencurigai gejalanya mengarah ke covid 19, maka pasien tersebut dilakukanlah rapid test oleh analis kesehatan, dan hasilnya reaktif. Kemudian temuan tersebut dilaporkanlah ke dr. Hendra, dan dr.Hendra meminta untuk di test lagi dan hasilnya juga reaktif. Sehubungan dengan itu dr.Hendra minta agar pasien di bawah ke RSUD Sejiran Setason untuk diperiksa lebih lanjut. Pasien kemudian dilakukan rapid test kembali oleh dokter RSUD sebanyak 2 kali dan hasilnya non reaktif. Menurut dr.Hendra pasien ini walaupun telah dilakukan rapid test namun sampai saat ini statusnya belum ditetapkan, menunggu dokter ahli penyakit dalam sebagai ketua tim medis covid 19, dan kemungkinan besok pagi baru ditetapkan apakah pdp atau pasien biasa.

Menurut dr. Hendra perlu dipahami bahwa pelaksanaan  rapid test bukan merupakan penentuan apakah seseorang positif atau negatif terpapar corona, rapid test hanya merupakan alat untuk mengetahui apakah ada reaksi imunitas tubuh seseorang, dan jika ada reaksi maka ada kemungkinan orang tersebut terpapar virus. Untuk mengetahui seseorang positif atau negatif terpapar virus Corona haruslah melalui pengujian Swap pada laboratorium yang berkompeten dan kalau di Indonesia untuk wilayah Bangka Belitung di BBLK Palembang.

Jadi tegasnya berita yg telah tersebar luas yang mengatakan bahwa ibu ID dan anaknya telah terpapar virus corona, adalah tidak benar dan menyesatkan. Selain telah dilakukan rapid test ulang oleh dr. yang berkompeten dengan hasil non reaktif, juga ibu ID tidak mempunyai latar belakang perjalanan yang beresiko terpapar Covid 19. Demikian pernyataan resmi dari dr.Hendra selaku juru bicara     tim gugus tugas covid 19 kabupaten Bangka Barat.

Sumber: 
Satgas Covid-19 Bangka Barat
Penulis: 
Edi
Fotografer: 
Edi