Ketua KPU Bangka Barat: Besok Kami Mulai Tahapan Pencocokan dan Penelitian

Muntok- Bertempat di Katiga Muntok, Ketua KPU Bangka Barat bersama jajaran menggelar jumpa pers pada Selasa, 14 Juli 2020. Jumpa pers dihadiri oleh Kepala Dinas Dukcapil, perwakilan Kesbangpol, Diskominfo, Bawaslu, perwakilan Partai Politik, dan wartawan media lokal.
Jumpa pers dilaksanakan untuk melakukan sosialisasi tentang persiapan kegiatan coklit (pencocokan dan penelitian) pemutakhiran data pemilih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat Tahun 2020.
Disebutkan oleh Ketua KPU Bangka Barat, Pardi, S. Si, pelaksanaan coklit akan dimulai pada tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020.
“Sebanyak 400 orang PPDP(Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) sudah kami rapid test dan Alhamdulillah hasilnya non reaktif. Begitu pun dengan kami di KPU. Mulai besok kami akan laksanakan coklit dengan dilengkapi face shield, masker, dan hand sanitizer,” ungkapnya.
“Coklit ini dilaksanakan untuk memutakhirkan data yang sementara kami dapatkan sehingga pada akhirnya dapat menentukan data pemilih sementara. Jadi data yang ada di kami sekarang masih merupakan data mentah (rekap pemilih model A),” jelasnya lagi.
Dirinya melanjutkan bahwa pihak KPU nantinya akan tetap mengutamakan keterbukaan dan transparansi dalam pelaksanaan setiap tahapan pada Pemilu Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020.
“Untuk itulah, pada kegiatan ini kami mengundang berbagai elemen. Agar pihak terkait dapat tersosialisasi setiap pelaksanaan tahapannya,” ujarnya.
Komisioner divisi data dan informasi, Heni, mengatakan bahwa coklit dilakukan dengan mencermati data yang sudah didapat dengan data yang real ada di lapangan.
“Data mentah yang kita punya saat ini bisa berubah jumlahnya. Beberapa faktor yang memengaruhinya diantaranya adalah alih status, meninggal dunia, dan belum cukup usia 17 tahun. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan data pemilih yang valid yang akan digunakan dalam penetapan DPT Bangka Barat,” tambahnya.
Adapun Komisioner KPU, Yulizar, dalam waktu yang sama mengatakan bahwa pihaknya akan terus aktif melaksanakan sosialisasi.
“Kami ada program natak kampung yang sasarannya adalah masyarakt desa. Ini dilaksanakan untuk memberikan informasi tentang Pemilu sehingga masyarakat mendapatkan informasi kapan jadwal pelaksanaan pencoblosan,” tutupnya.

Sumber: 
Diskominfo
Fotografer: 
Yogie
Editor: 
Wahyu Pratiwi