KOMPETENSI TENAGA KERJA DISESUAIKAN DENGAN MP3EI

         Jakarta, 15/5 (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan bahwa kompetensi tenaga kerja Indonesia akan disesuaikan dengan enam koridor MP3EI.

        "Untuk menciptakan kesempatan kerja yang pertama harus dilakukan adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi dan investasi, konektivitas ekonomi dapat dilakukan lewat MP3EI, sehingga ke depan tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing koridor," kata Armida dalam Sarasehan Nasional Tenaga Kerja di Jakarta, Selasa.

        Menteri menilai, perlu ada penyelarasan antara pasokan maupun permintaan tenaga kerja, hal tersebut menurut dia dapat difasilitasi pemerintah melalui 22 kegiatan ekonomi utama dalam Kawasan Perhatian Investasi (KPI) di Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

        "Ada dua cara untuk menyediakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tersebut, pertama adalah jalur pendidikan formal dan kedua jalur pelatihan," katanya.

        Untuk pendidikan formal, dia mengakui bahwa dalam Rencana Kerja Dan Anggaran (RKAP) 2013, pemerintah sudah memasukkan program pendidikan universal 12 tahun.

        "Program tersebut adalah rintisan wajib belajar 12 tahun, daerah-daerah yang sudah siap wajib belajar dapat melakukannya, tapi daerah yan belum siap didorong untuk menuntaskan program wajib belajar 9 tahun, ini jelas upaya jangka panjang" katanya.

        Sedangkan untuk jalur pelatihan, Armida mengakui bahwa hal itu tidak dapat hanya dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan pihak swasta lain.

        "Arahnya tetap kegiatan ekonomi yang meningkatkan nilai tambah produk Indonesia, dengan ekonomi yang tumbuh maka akan membuka lapangan kerja, tinggal bagaimana menyediakan tenaga kerja yang kompeten," kata Armida.

        Dia menjelaskan bahwa dalam program MP3EI, pemerintah memperkirakan pada periode 2012-2014 untuk sektor kegiatan utama MP3EI dibutuhkan 4.731.770 tenaga kerja dengan rencana invesasi sebesar Rp2.225 triliun.

        Jumlah tersebut terbagi atas enam koridor yaitu koridor Sumatera sebanyak 579.973 tenaga kerja dengan nilai investasi Rp300 triliun, koridor Jawa dengan kebutuhan tenaga kerja sebesar 340.938 orang dengan investasi Rp433 triliun.

        Koridor Kalimantan dengan kebutuhan tenaga kerja 1.742.550 orang dan investasi Rp779 triliun, koridor Sulawesi sebanyak 460.940 kebutuhan tenaga kerja dan investasi Rp197 triliun.

        Koridor Bali-Nusa Tenggara sebanyak 144.851 tenaga kerja dan investasi sebanyak Rp66 triliun, koridor Papua-Kepulauan Maluku sebanyak 1.462.518 tenaga kerja dan rencana investasi sebesar Rp450 triliun.

        "Contohnya di koridor Kalimantan dengan sektor prioritas kelapa sawit, batu bara, industri pengolahan, jalan dan jembatan serta pelabuhan maka disediakn universitas, politeknik, sekolah menengah kejuruan, kursus dan balai latihan kerja yang sesuai dengan sektor-sektor tersebut," kata Armida.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News