LEDAKAN PENDUDUK PICU KEMISKINAN

Muntok, Bangka Barat, 13/7 (ANTARA) - Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Eko Maulana Ali, mengemukakan ledakan penduduk memicu tingginya angka kemiskinan karena dikhawatirkan tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. "Pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan perekonomian mapan akan melahirkan masyarakat miskin," ujarnya dalam acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-18 di Muntok, Bangka Barat, Rabu. Ia menjelaskan, program Keluarga Berencana (KB) merupakan cara efektif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan melibatkan lintas sektoral dan Babel dinilai sukses dalam dalam menjalankan program KB. Data keluarga yang mengikuti KB mengalami peningkatan, yakni 72,1 persen pada 2008, 74,5 persen pada 2009 dan 77,4 persen pada tahun 2010, sementara pada 2011 sedang dalam proses penghitungan. Peningkatan jumlah penduduk Babel dari 900 ribu jiwa lebih pada 2010, menjadi 1,2 juta jiwa pada 2011 karena tingginya arus pendatang dari Pulau Jawa yang bekerja di sektor pertambangan timah dan perkebunan. "Dari hasil sensus penduduk, angka melahirkan dari setiap wanita hanya 2,04 orang anak dan jumlah ini tergolong rendah," ujarnya. Eko mengatakan, Harganas yang jatuh pada 29 Juni merupakan spirit untuk memperbaiki kondisi keluarga nasional sebagai pilar dalam pembentukan karakter bangsa. "Pendidikan keluarga sangat penting dalam memberikan nilai-nilai kepribadian, akhlak dan budi pekerti luhur, sehingga lahir generasi muda berkualitas yang bisa diandalkan dalam membangun negeri ini," ujarnya. Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Zuhri, mengatakan, keluarga berkualitas menjadi pilar penting dalam membangun daerah dan Harganas menjadi momentum bagi pemerintah dalam menyukseskan program keluarga sejahtera. "Harganas tidak hanya sebatas kegiatan tahunan tanpa memiliki makna, tetapi berimplikasi dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mandiri," ujarnya. Apalagi, kata dia, Bangka Barat bertekad menjadikan masyarakatnya lebih mandiri dan sejahtera yang tentu saja harus didukung dengan keluarga sejahtera dan mapan secara ekonomi. Sementara itu, ketua pelaksana Harganas ke 18 di Babel, Noorhari Astuti, mengatakan, Harganas semestinya dilaksanakan serentak pada seluruh daerah di Indonesia, namun di Babel baru terlaksana pada 13 Juli 2011. "Memang sedikit terlambat, namun tidak menghilangkan makna dan sasaran yang dicapai," ujarnya dan mengatakan tahun ini Bangka Barat bertindak sebagai tuan rumah Harganas dan tahun depan Kabupaten Bangka. 

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara