LSM MINTA PEMERINTAH UMUMKAN HASIL PENELITIAN RADIASI

         Muntok, Bangka Barat, 10/5 (ANTARA) - LSM Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, meminta pemerintah mengumumkan hasil penelitian dan pengawasan mengenai tingkat radiasi di daerah tersebut.

         "Selain itu, kami juga meminta pemerintah mengeluarkan ketentuan ambang batas tertinggi yang dapat ditoleransi tubuh manusia agar tidak mengganggu kesehatan masyarakat di daerah itu," ujar Ketua LSM FMPL David Karim di Muntok, Kamis.

         Ia mengatakan, setelah pemkab dan Bapeten mengadakan kajian penelitian secara mendalam mengenani tingkat radiasi di Bangka Barat, khususnya di Muntok sebaiknya hasilnya diumumkan sebagai referensi mengukur kadar zat radioaktif tersebut.

         Hal ini diungkapkan David Karim menanggapi pernyataan tiga aktivis dan peneliti dari Jepang yang menemukan fakta kadar radiasi di Pulau Bangka di atas normal karena aktivitas pengolahan bijih timah.

         Mereka mengatakan di Muntok telah diukur dengan alat pendeteksi radiasi, tercatat kadar radiasi 0,22 mikrosibel.

         Tingkat radiasi tersebut kalau terjadi di Jepang sudah mencapai tingkat sangat mengkhawatirkan.

         David menambahkan, Muntok merupakan daerah yang berpotensi terkena paparan radiasi cukup tinggi, terutama di daerah yang terdapat aktivitas penggalian bahan tambang dan lokasi pemurnian atau pengolahan logam timah.

         "Kalau kita rasakan memang daerah ini daerah sarat radiasi, hanya saja kami tidak tahu kadar tingginya seberapa besar, untuk itu kami minta lembaga atau intitusi terkait dapat mengkaji secara ilmiah," ujarnya.

         Di samping dengan kajian mendalam tersebut, kata dia, pemerintah juga sebaiknya memberikan langkah antisipatifnya seperti apa, agar masyarakat tidak terkena dampak dari radiasi tersebut.

         Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Bangka Barat Chairul Amri Rani mengatakan, meskipun paparan radiasi zat radioaktif di Muntok tinggi, namun sejauh ini  masih di bawah ambang batas.

         Ia mengatakan, tingkat radiasi di Muntok cukup tinggi, hal serupa juga terjadi di daerah lain seperti Koba, Bangka Tengah dan Kantor PT Timah Tbk di Pangkalpinang.

         "Hasil dari penelitian dan pemantauan kami bersama Bapeten diketahui bahwa di Bangka Barat memiliki paparan radioaktif cukup besar atau sekitar 0,5 microsievert,"  ujarnya.

         Berdasarkan penelitian pada tahun 2011, menurut dia, meningkatnya tingkat radioaktif sebagian besar disebabkan oleh kegiatan manusia dan proses teknologi penggalian mineral di daerah itu.

         "Penelitian dan pengawasan radioakf oleh Bapeten dan Pemkab dilakukan dari radius 5 hingga 15 kilometer dari lokasi uji tapak PLTN di Menjelang dan direncanakan ke depan mencapai 150 kilometer," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News