MAPOLSEK SIMPANG TERITIP SIAGA ANTISIPASI GEJOLAK WARGA

 

    Bangka Barat,  (Antara) - Sejumlah anggota Kepolisian Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa sore masih siaga melakukan penjagaan di Mapolsek Simpang Teritip, mengantisipasi gejolak warga pascapengamanan dua alat berat di lokasi penambangan.
    "Situasi sudah cukup kondusif namun anggota tetap kami tempatkan di Mapolsek Simpang Teritip untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gejolak yang terjadi di masyarakat," ujar Kapolres Bangka Barat AKBP Djoko Purnomo di Muntok, Selasa.
    Ia menjelaskan, penempatan sejumlah personel di Mapolsek Simpang Teritip itu menyusul pengamanan dua unit alat berat jenis excavator oleh anggota Dit Reskrim Sus Polda Kepulauan Babel dipimpin Kasubdit IV AKBP Purwanto di lokasi penambangan bijih timah di hutan produksi Air Linding, Kecamatan Simpang Teritip.
    "Penangkapan itu dilakukan Polda Babel pada Senin (23/9) sekitar pukul 17.00 WIB, namun untuk konfirmasi lebih lanjut, kami minta langsung hubungi Polda saja. Kami sifatnya hanya membantu mengantisipasi kemungkinan terjadinya gejolak di masyarakat," kata Kapolres Bangka Barat.
    Hal ini diungkapkan Kapolres pascapenangkapan dua unit alat berat yang pada saat polisi akan mengamankan barang bukti dan pelaku, anggota Dit Reskrimsus sempat dihadang oleh ratusan warga dari Desa Simpang Tiga.
    Kronologi kejadian itu, pada awalnya, Senin (23/9) sekitar pukul 17.00 WIB, di lokasi Hutan Produksi Air Linding, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Teritip, anggota Dit Reskrimsus Polda Babel di bawah pimpinan AKBP Purwanto berhasil mengamankan dua unit alat berat jenis excavator merek Hitachi berwarna orange yang sedang dioperasikan. Selain itu alat berat kobelco berwarna hijau terparkir di lokasi tambang milik Sam Kerinjing.
    Sekitar pukul 20.30 WIB, masyarakat Desa Simpang Tiga yang berjumlah sekitar 600 orang melakukan penghadangan terhadap tim dengan cara menumbangkan batang pohon di tengah jalan agar tim tidak bisa keluar dari lokasi, demikian pula orang tidak bisa masuk ke TKP.
    Pada saat kejadian itu, mobil avanza yang membawa pelaku atas nama Sam bisa keluar dari lokasi, namun rombongan yang lain terhadang oleh massa.
    Karena alat berat tidak bisa keluar dari lokasi, maka Tim Polda dan massa melakukan negosiasi, menghasilkan kesepakatan pelaku Sam Kerinjing dilepaskan dan alat berat excavator bisa dibawa keluar lokasi dengan menggunakan tronton.
    Setelah terjadi kesepakatan itu, sekitar pukul 23.00 WIB Tim Polda kemudian menjemput Sam Kerinjing yang ada di Mapolsek Simpang Teritip kemudian mengembalikannya ke masyarakat di lokasi penghadangan. Massa kemudian membolehkan tim untuk mengevakuasi excavator dengan menggunakan tronton.
    Berdasarkan kesepakatan itu, pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.30 WIB dua unit excavator merek Hitachi dan Kobelco berhasil dikeluarkan dari lokasi dengan menggunakan truk tronton. Selanjutnya sekitar pukul 03.00 WIB seluruh personel meninggalkan lokasi menuju Mapolsek Simpang Teritip. Saat ini dua unit excavator tersebut diamankan di Mapolda Kepulauan Babel.
    Sementara itu, pada saat kejadian berlangsung yaitu sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan Kapolsek Simpang Teritip beserta anggota sudah tiba di lokasi, kemudian disusul rombongan dari Polres Bangka Barat yang terdiri dari Kabag Ops, Kasat Polair, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam.
    Disusul pada pukul 22.00 WIB personel Polres Bangka Barat tiba di lokasi yang dipimpin oleh Wakapolres Bangka Barat Kompol Jojo Sutarjo, beberapa saat kemudian tiba satu pleton BKO Sat Brimobda Polda Kepulauan Babel, dan sekitar pukul 00.30 WIB Kapolres Bangka Barat AKBP Djoko Purnomo juga menyusul ke lokasi.
    "Saat ini situasi di Simpang Teritip cukup kondusif, namun kami tetap menempatkan sejumlah petugas untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi gejolak di masyarakat," ujar Kapolres Djoko Purnomo.

Oleh Donatus Dasapurna Putranta

Sumber: 
ANTARANEWS