Markus : Aset Pemda harus dikelola dengan baik

Diskominfo,Muntok,(11/12/2019). Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  melaksanakan sosialisasi program Jaksa Peduli Piutang dan Aset Negara (JPN) di Gedung Graha Aparatur Negara Pemerintahan Kabupaten Bangka Barat.
Turut hadir Bupati Bangka Barat, Plt. Sekretaris Daerah, Asisten Pendataan dan Tata Usaha ( ASDATUN) Kejati Bangka Belitung, Koordiantor Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Bangka Belitung, Kepala OPD Bangka Barat, Unsur Forkopimda, PT Timah, Ketua BUMD, Camat serta Kepala Desa se-Bangka Barat.
Dalam sambutan Bupati Bangka Barat Markus, S.H berharap pengelolaan aset dapat dijalankan dengan baik, sehingga mampu meminimalisir multi tafsir atas pengelolaan barang Daerah, hak, kewajiban, tanggung jawab dan kewenangan pengguna barang dapat  di pertegas. "Aset yang didata dan dikelola dengan baik berpotensi sebagai sumber pembiayaan pelaksanaan fungsi-fungsi Pemerintah Daerah serta dapat meningkatkan PAD dalam jumlah signifikan. Tapi jika tidak dikelola semestinya, keberadaan aset dapat juga menjadi beban biaya dikarenakan sebagian aset membutuhkan biaya pemeliharaan," kata Markus.

Dengan diadakannya sosialisasi JPN ini, Markus berharap sinergi dan inovasi antara pemda Bangka Barat dengan stakeholder terkait pengelolaan aset semakin meningkat, sehingga dapat memberi nilai tambah dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Barat Helena Oktavianne mengatakan bahwa, Kejari Bangka Barat bersama Pemerintah Daerah  akan membentuk Tim Penyelamat aset daerah dan tiap-tiap  OPD akan melaporkan setiap aset yang bermasalah.

Kita akan kasih deadline ke OPD-OPD untuk tunjukan data soal aset-aset itu. Kita akan selesaikan semacam pemutihan. Silakan inventaris data soal aset-aset bermasalah. Saya jamin ini tidak akan berdampak ke hal-hal lain. Kalau ada masalah, silakan minta pendapat hukum ke kita, kita siap bantu selamatkan aset Babar kembali ke tangan yang benar," tutup Helena.

 

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Dedra
Fotografer: 
yogie
Editor: 
M.Amrullah