MELALUI MOMENTUM SAFARI RAMADHAN MARKUS MENGAJAK UNTUK MENYATUKAN PERSEPSI DAN LANGKAH DALAM MEMBANGUN BUMI SEJIRAN SETASON

Muntok, Bangka Barat (DISKOMINFO). Bupati Bangka Barat, Markus berkeyakinan bahwa momentum Kegiatan Safari Ramadhan mampu mempererat tali persaudaraan dan menghadirkan instrumen positif guna menyatukan persepsi dan langkah kita untuk membangun dan memajukan Bumi Sejiran Setason dalam segala aspek. Tanggal 24 Mei kemarin kita sudah memasuki usia yang ke 16, sudah banyak capaian dan prestasi pembangunan yang kita dapat namun demikian saya akan terus bersinergi dengan para Kades dan Camat dalam mengejar target capaian pembangunan yang akan datang. Demikian dinyatakan dalam sambutannya membuka Safari Ramadhan di Masjid Nurul Falah Desa Pusuk Kecamatan Kelapa.  

Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1440 H putaran ke sembilan berlangsung pada hari Minggu 26 Mei 2019 yang diselenggarakan di Masjid Nurul Falah Desa Pusuk Kecamatan Kelapa. Seusai hujan yang cukup lebat, acara dimulai pukul 16.30 WIB. Dalam sambutan singkatnya, Lizan, Kepala Desa Pusuk mengucapkan selamat datang kepada Bupati Bangka Barat dan segenap tamu undangan.

Dimeriahkan oleh masyarakat Desa Pusuk, acara Safari Ramadhan dihadiri oleh Bupati Bangka Barat, Kajari Bangka Barat, Danramil Kelapa, Asisten Sekda, Kepala OPD beserta jajarannya, Camat Kelapa, Kades dan Perangkat Desa Pusuk, Perwakilan PT. Timah, Tbk, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Desa Pusuk.

Tak ketinggalan seperti acara sebelumnya, di Safari Ramadhan ini juga diserahkan berbagai macam bantuan kepada Masjid Nurul Falah, kaum dhuafa dan penyerahan jaminan hidup bagi lansia, yatim/piatu/yatim-piatu. Mengawali penyerahan bantuan, Bupati Bangka Barat, Markus didampingi Camat Kelapa, Syamsiar dan Kades Pusuk, Lizan menyerahkan bantuan kepada Masjid Nurul Falah yang diterima Ketua Pengurus Masjid yang juga Kepala P3N Desa Pusuk , Sayuti. Bantuan Berasal dari Bagian Sosial Kemasyarakatan Setda Bangka Barat, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat serta dari PT. Timah, Tbk.

Sebelum waktu berbuka puasa, Ust. Muchlisin Malik memberikan tausiyah yang menyejukkan sebagai mutiara ramadhan. Marilah kita tingkatkan amal ibadah kita di sepulah hari terakhir bulan ramadhan karena kita semua mengharapkan  mendapat malam Lailatul Qadar. Akhir dari puasa ramadhan ini adalah Idul Fitri yang pada hakikatnya adalah kembali ke fitrah kemanusiaan, seimbang antara akal dan nafsunya, kembali ke fitrahnya sebagai mahkluk sosial yang harus saling berinteraksi. Demikian sebagaian intisari tasiyah yang disampaikan.

Sumber: 
DISKOMINFO
Penulis: 
RAHU
Fotografer: 
YOKO
Editor: 
M.AMRULLAH