MENDAGRI: BABEL ADOPSI PEMBANGUNAN SINGAPURA

         Pangkalanbaru, Bangka Tengah, 8/5 (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi  mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seharusnya dapat mengadopsi sistem pembentukan Singapura.

        "Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seharusnya dapat mengadopsi sistem pembentukan Singapura karena wilayahnya sama-sama kepulauan dan merupakan daerah baru untuk sebuah pemerintahan," kata Mendagri saat memberikan arahan kepada aparatur Pemerintah Provinsi Babel di Bangka Tengah, Selasa.

        Lebih lanjut Mendagri memaparkan posisi strategis Babel yang menyerupai Singapura sebagai pintu gerbang perdagangan.

        "Dari segi letak, posisi Bangka Belitung cukup strategis, berada di ujung Pantai Timur Sumatera di mana pelayaran paling ramai ada di situ, sehingga 'cost' untuk mengantar barang ke pasar internasional murah," kata Mendagri.

        Dalam kesempatan tersebut Mendagri menjelaskan mengenai sosok Lee Kuan Yew, Perdana Menteri pertama Singapura sekaligus Sang Pencetus Singapura di masa kini.

        "Lee Kuan Yew lulus dari Universitas Cambrigde di usia 20 tahunan lalu dia pergi ke New York dan Jerman untuk belajar tentang pengelolaan bank maka hal pertama  yang dia lakukan adalah membangun bank tanpa pajak dengan begitu uang mengalir ke negara tersebut dan digunakan untuk pembangunan antara lain membangun industri kecil seperti mendirikan pabrik jarum pentul dan peniti yang kemudian jadi besar," kata Mendagri.

        Mendagri membandingkan Babel yang memiliki potensi sumber daya alam (sda) yang kaya timah dan lada jauh lebih bisa maju dibandingkan Singapura yang tidak memiliki sda seperti Babel.

        "Yang dibutuhkan adalah visi, Gubernur yang baru bersama masyarakat Babel harus memiliki visi yang jelas dan tangguh, saya yakin dengan didukung sda yang kaya dan letak strategis, Babel di kemudian hari pasti bisa maju menyaingi Singapura," kata Mendagri

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News